SURABAYA – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menutup Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) Tingkat I Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Jawa Timur di Gedung Golkar, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Minggu petang (6/9/2026).
Diklatda yang berlangsung selama dua hari, sejak Sabtu (5/9/2026), tersebut diikuti 130 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Berdasarkan hasil penilaian tim, sebanyak 17 peserta dinyatakan tidak lulus.
Sementara itu, dua peserta dengan hasil penilaian terbaik mendapat kesempatan mengikuti pertemuan antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) kepemudaan di Malaysia bersama-sama AMPG terbaik se Indonesia.
Blegur mengatakan, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), AMPG merupakan sayap pemuda Partai Golkar yang memiliki peran strategis dalam merangkul pemilih pemula dan generasi muda, khususnya Generasi Z.
“Kader AMPG diharapkan dapat membesarkan Partai Golkar di tingkat daerah serta mengajak generasi muda untuk bersama-sama Golkar pada Pemilu 2029 melalui berbagai kegiatan yang relevan dengan minat mereka,” kata Blegur.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu berharap seluruh peserta yang telah mengikuti Diklatda dapat terus berproses dan mengembangkan kemampuan mereka. Menurutnya, berbagai materi yang diberikan selama pelatihan menjadi bekal awal bagi kader untuk berorganisasi.
Ia meminta kader muda tidak terburu-buru dalam mengejar posisi tertentu di organisasi. Sebab, menurut Blegur, proses kaderisasi membutuhkan tahapan dan pengalaman yang berkelanjutan.
“Jangan merasa bingung. Nikmati prosesnya, karena semuanya membutuhkan proses yang bertahap,” ujarnya.
Blegur menegaskan, Partai Golkar terbuka menjadi wadah bagi anak muda dengan beragam latar belakang profesi dan keahlian. Mulai dari bidang seni, pendidikan, hingga keagamaan memiliki ruang untuk dikembangkan melalui organisasi.
Namun, ia mengingatkan agar kader tidak menjadikan kegiatan organisasi sekadar agenda seremonial. Setiap kader, kata dia, perlu memiliki ekspektasi dan target nyata dalam perjalanan berorganisasi.
Blegur mencontohkan sejumlah kader muda yang memulai proses politik dan organisasinya dari tingkat bawah hingga kemudian menduduki posisi strategis di partai maupun lembaga legislatif dan eksekutif. (*)







