banner 400x130
Blitar  

Pasar Murah Di Blitar Pastikan Pasokan Tersedia dan Distribusi Lancar

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir di Pasar Murah di lapangan Brubuh, Kec. Sutojayan, Blitar. Ini pasaar murah ke 118 sejak awal tahun 2026

BLITAR — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Kegiatan kali ini berlangsung di Lapangan Brubuh, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari disediakan dengan harga lebih rendah dibandingkan toko modern maupun pasar tradisional. Komoditas tersebut meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, cabai, telur hingga daging ayam ras.

Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.

Sementara itu, telur ayam ras tersedia seharga Rp20.000 per kemasan. Bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per kemasan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pasar murah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mendekatkan akses pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

“Sejak awal tahun 2026, total kegiatan Pasar Murah telah dilaksanakan sebanyak 118 kali di berbagai kabupaten kota di Jawa Timur. Pasar murah akan terus dilakukan di berbagai tempat dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok dan mendekatkan akses bagi masyarakat,” kata Khofifah di Blitar, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Khofifah, kehadiran pemerintah tidak semestinya hanya dilakukan ketika terjadi gejolak harga. Pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif dengan memastikan pasokan tersedia dan distribusi berjalan lancar.

“Pemerintah harus hadir untuk memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan dan harga tetap terjangkau. Jadi yang kita bangun bukan hanya respons ketika harga naik, tetapi sistem yang membuat masyarakat lebih terlindungi dari gejolak harga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan pasar murah yang telah mencapai titik ke-118 menunjukkan konsistensi Pemprov Jatim dalam memperluas intervensi untuk menjaga keterjangkauan pangan di berbagai daerah.

Khofifah berharap intervensi pangan tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kondisi sosial ekonomi masyarakat Jawa Timur.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, pasar murah juga diarahkan menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Produk-produk UMKM daerah turut diberikan kesempatan untuk diperkenalkan dan dipasarkan kepada masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pasar murah diharapkan tidak hanya mendorong konsumsi, tetapi juga menggerakkan perekonomian dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

“Pasar Murah kita harapkan tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu, UMKM di daerah juga kita beri ruang untuk tumbuh, memperluas pasar, dan semakin dikenal oleh masyarakat,” tutur Khofifah. (*)

Penulis: Sumartono