banner 400x130

BBPOM Surabaya Selidiki Dugaan Keracunan Pangan di Sidoarjo, Tim Turun ke SPPG

SIDOARJO – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya turun langsung melakukan penelusuran terkait dugaan keracunan pangan yang terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Peristiwa tersebut menyebabkan banyak warga diduga mengalami dampak setelah mengonsumsi makanan yang menjadi bagian dari kejadian tersebut.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihaknya telah menerima dan menyimak berbagai informasi mengenai kasus dugaan keracunan pangan yang terjadi di Sidoarjo.

“Kami menyimak bahwa data dan informasi yang diperoleh cukup banyak, termasuk korban kasus keracunan pangan yang terjadi kemarin. Kami turut sedih dengan kejadian ini,” ujar Yudi.

Sebagai langkah awal penanganan, BBPOM di Surabaya mengerahkan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penelusuran dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan terkait kejadian tersebut.

Menurut Yudi, pemeriksaan lapangan menjadi bagian penting untuk mengetahui secara lebih jelas rangkaian peristiwa hingga munculnya dugaan keracunan pangan.

“Intinya saat ini tim dari Balai Besar POM di Surabaya sedang turun ke SPPG. Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait di Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi lebih lengkap,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan di SPPG, BBPOM Surabaya juga akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kabupaten Sidoarjo. Kolaborasi tersebut diperlukan agar proses penelusuran dapat dilakukan secara komprehensif.

Yudi menegaskan, pemeriksaan tidak hanya diarahkan untuk mengetahui kondisi di lokasi, tetapi juga untuk memastikan faktor yang menjadi penyebab terjadinya dugaan keracunan pangan.

“Tujuannya untuk menetapkan apa penyebab dari peristiwa keracunan pangan ini sampai terjadi,” katanya.

Hasil pemeriksaan dan penelusuran BBPOM Surabaya nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Informasi yang diperoleh juga akan menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan keamanan pangan.

Menurut Yudi, upaya tersebut penting agar kejadian serupa dapat dicegah. Pemeriksaan dan koordinasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pengawasan pangan, khususnya dalam penyediaan makanan bagi masyarakat.

“Tujuannya adalah kita ingin memastikan bahwa kejadian serupa ke depan sudah tidak terjadi lagi,” pungkasnya.**

(zal)