JOMBANG — Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur (Jatim) Ali Mufthi meresmikan Posko Partai Golkar dalam rangka mendukung pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai Kamis besok di Jombang. Posko tersebut disiapkan sebagai bentuk partisipasi dan pelayanan kepada jamaah serta masyarakat yang hadir selama rangkaian muktamar berlangsung.
Peresmian Posko Golkar Muktamar NU ke-35 di Jombang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada KH M Solahul Am Notobuwono atau Gus Am dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Jombang.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Timur, pengurus DPD Golkar kabupaten/kota di sekitar Jombang, pengurus Golkar Jombang, serta sejumlah organisasi sayap partai. Kehadiran posko ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan jamaah yang mengikuti rangkaian Muktamar NU ke-35.
Dalam sambutannya, Ali Mufthi menegaskan bahwa keterlibatan Partai Golkar dalam momentum Muktamar NU ke-35 dilandasi niat tulus dan ikhlas. Menurutnya, sebagai santri, sudah semestinya memberikan penghormatan kepada para kiai dan ulama.
“Karena kita bisa dengan niat yang tulus, dengan niat yang ikhlas ikut partisipasi atas Muktamar NU yang ke-35. Namanya santri itu harus takdim sama kiai. NU itu adalah gerakan para ulama,” kata Ali.
Ia mengajak seluruh kader Golkar untuk menyamakan niat dalam membantu kelancaran pelaksanaan Muktamar NU. Ali menyebut semangat tersebut sebagai bentuk cawe-cawe atau ikut ambil bagian dalam memberikan kebaikan kepada jamaah.
“Makanya saya sepakat dengan warna yang ada di sini, warna putih, warna ketulusan kita semua. Karena kita warna ketulusan, keikhlasan kita, takdim kepada para kiai, maka yang kita harapkan ridho Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.
Ali mengatakan, banyaknya jamaah yang datang dalam rangkaian Muktamar NU membuat kebutuhan pelayanan di lapangan menjadi cukup besar. Tidak hanya muktamirin yang memiliki hak suara, tetapi juga jamaah dan masyarakat dari berbagai daerah.
Karena itu, Posko Golkar diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di sekitar lokasi muktamar, termasuk menyediakan makanan, tempat berteduh, serta bentuk bantuan lainnya.
“Sedekah yang baik itu, sedekah yang paling baik itu kasih makan pada musafir. Tentu kita kepengin muktamirin, kalau yang pemegang suara tentu mendapatkan privilege dari sistem muktamar ini. Tapi jamaah insyaallah banyak,” tuturnya.
Ali juga meminta pengurus posko memastikan seluruh kebutuhan pelayanan terpenuhi. Ia mengingatkan panitia agar tidak sampai mengalami kekurangan yang dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau ada hajat seperti ini, orang yang hadir di sekitar ini cukup luar biasa. Kalau lapar, mungkin ingin berteduh, mungkin capek. Mudah-mudahan Posko Golkar ini bisa memfasilitasi kebaikan-kebaikan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ali turut menyampaikan doa agar seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35 berjalan lancar. Ia berharap seluruh pihak mendapatkan pintu kebaikan, keberkahan, nikmat, kekuatan, rezeki, keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Lebih jauh, Ali menekankan bahwa keberadaan kader partai di tengah masyarakat harus memberikan manfaat nyata. Menurutnya, fungsi kehambaan kepada Allah juga harus diwujudkan melalui kemanfaatan bagi sesama.
“Fungsi-fungsi kehambaan kita itu yang paling mendasar adalah nilai kemanfaatan kepada masyarakat, kepada umat. Jadi ada kehambaan kita kepada Allah, ada fungsi kehambaan kita adalah nilai kemanfaatan kita kepada sesama,” jelasnya.
Ia berharap pesan tersebut dapat diterjemahkan oleh seluruh pengurus Posko Golkar se-Jawa Timur. Koordinasi juga telah dilakukan dengan para ketua DPD Golkar kabupaten/kota se-Jatim agar keberadaan posko dapat memberikan kontribusi positif selama Muktamar NU ke-35 berlangsung.
“Manfaat ada di Posko Golkar. Mudah-mudahan seluruh panitia dan pengurus bisa menterjemahkan apa yang saya sampaikan,” pungkas Ali. (*)







