KEDIRI, WartaTransparansi.com – DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Kediri tancap gas merangkul Generasi Z (Gen Z) lewat program aksi sosial, pendidikan politik, dan penguatan kemandirian ekonomi pemuda. Di bawah kepemimpinan Pramudia Ananta Permana, kepengurusan periode 2026–2031 itu ingin menjadikan AMPI sebagai ruang anak muda untuk belajar, bergerak, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua AMPI Kota Kediri, Pramudia Ananta Permana mengatakan program sosial menjadi agenda utama kepengurusannya. Ia ingin AMPI tidak berhenti sebagai organisasi kepemudaan, tetapi hadir melalui kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi ruang positif bagi anak muda.
“Yang akan saya laksanakan utama adalah berbagi sosial kepada seluruh rakyat dan mengutamakan kebutuhan masyarakat. Saya ingin kehadiran AMPI di Kota Kediri menjadi inspirasi bagi anak-anak muda,” ujar Mas Pram seusai pelantikan di kantor DPD Golkar Kota Kediri, Super Semar, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurut dia, anak muda harus mampu mengisi masa produktif dengan kegiatan yang membangun. Karena itu, AMPI Kota Kediri akan membuka ruang bagi Gen Z untuk terlibat dalam kegiatan sosial sekaligus belajar berorganisasi.
Mas Pram juga menempatkan pendidikan politik sebagai salah satu bagian penting dari gerakan AMPI. Sebagai organisasi pemuda yang berafiliasi dengan Partai Golkar, AMPI dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi anak muda yang ingin mengenal politik secara lebih santun dan praktis.
“Anak muda yang ingin paham politik bisa join AMPI dulu. Di sini kita bisa melebarkan sayap, belajar langsung dari senior-senior tentang bagaimana berpolitik yang baik dan benar,” tambahnya.
Ketua AMPI Jawa Timur, Junarta Yusuf, meminta pengurus baru segera bergerak menyusun program yang sesuai kebutuhan pemuda Kota Kediri. Ia menargetkan konsolidasi AMPI di seluruh daerah di Jawa Timur rampung sebelum akhir 2026.
“Target saya di AMPI Jawa Timur, akhir tahun ini di bulan Desember, konsolidasi di 38 kota/kabupaten bisa selesai,” ujar Junarta.
Saat ini, AMPI Jatim telah terbentuk di 22 kabupaten/kota. Sebanyak 16 daerah masih menjadi pekerjaan rumah untuk menyelesaikan Musda dan pembentukan kepengurusan.
Junarta berharap AMPI Kota Kediri mampu menjadi wadah kegiatan positif sekaligus jembatan aspirasi generasi muda. “Harapan saya setelah pelantikan ini AMPI bisa terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Kediri. AMPI harus bisa jadi wadah kegiatan positif dan menginspirasi anak muda untuk mau berorganisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, mendorong AMPI memperkuat kemandirian ekonomi pemuda. Ia menyebut pengurus baru perlu membuka peluang usaha bagi Gen Z agar aktivitas pendidikan dapat berjalan beriringan dengan produktivitas ekonomi.
“Mas Pram ini kan pengusaha bus. Nanti insya Allah busnya mau difasilitasi untuk bikin keliling kopi gratis. Selain itu, saya ingin dia memfasilitasi kaum Gen Z agar selain kuliah juga bisa memanfaatkan media sosial untuk produktivitas,” ujar Sudjono.
Sudjono juga meminta AMPI mempercepat konsolidasi hingga tingkat bawah dengan merangkul kader dan berkomunikasi dengan masyarakat mulai dari RT, RW, Posyandu hingga tokoh masyarakat.
“Pekerjaan rumah terdekat adalah pembentukan pengurus langsung ke bawah. Ranting-ranting yang sudah terbentuk dan para kader, baik kader dewan maupun non-dewan, harus cepat dirangkul,” tutupnya.(*)







