banner 400x130

Tekan Angka Putus Sekolah Baznas Bersama Pemkab Mojokerto Tebus Ijazah 247 Siswa 

Bupati Mojokerto Gus Barra  bersama Ketua Baznas, Zamroni Ahmad  usai kegiatan penyerahan Program Penebusan Ijazah di Pendopo GMT Pemkab. Mojokerto

MOJOKERTO – WartaTransparansi.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto bersama Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kab. Mojokerto kembali menyalurkan bantuan Program Penebusan Ijazah sebanyak 247 siswa bagi masyarakat kurang mampu,  Langkah ini sebagai komitmen di sektor pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah.

Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, menyampaikan Program Penebusan Ijazah merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membuka kembali jalan masa depan bagi anak-anak yang sempat terkendala persoalan biaya pendidikan.

“Program ini lahir dari kepedulian mendalam Bapak Bupati terhadap warga yang kurang mampu. Melalui diskusi awal bersama kami di Baznas, gagasan besar beliau kami terjemahkan hingga terwujudlah program ini,” ungkap Zamroni .

Dijelaskan  total Rp 585 juta yang disalurkan dalam program tersebut bersumber dari Rp485 juta dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto serta Rp100 juta dukungan dari Perumdam Majapahit.

“Sebanyak 247 anak kini bisa tersenyum bahagia. Khususnya 131 lulusan SMA/SMK yang kini memegang ijazahnya secara langsung sebagai modal utama untuk melamar pekerjaan,” jelasnya.

Ditegaskan  Baznas Kabupaten Mojokerto akan terus mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain program penebusan ijazah, dana ZIS juga dialokasikan untuk berbagai program sosial, seperti bantuan modal dan alat usaha bagi pelaku UMKM serta program bedah rumah.

Menurut Zamroni Ahmad , Pemkab Mojokerto juga mendorong Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan orang tua untuk memperkuat koordinasi dalam mendata anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan. Dengan pendataan dan sinergi yang baik, bantuan diharapkan dapat diberikan secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Pemkab Mojokerto juga akan terus mengevaluasi kemampuan anggaran daerah agar kuantitas dan kualitas program bantuan pendidikan dapat ditingkatkan pada masa mendatang.

“Terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah menyalurkan zakatnya melalui Baznas. Kepada anak-anakku para penerima manfaat, selamat atas ijazah yang telah diterima. Manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita kalian,” pungkas Ketua Baznas usai , menyalurkan bantuan Program Penebusan Ijazah bagi masyarakat kurang mampu, di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.

Secara terpisah Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, menyampaikan apresiasi kepada para muzakki, khususnya ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto dan masyarakat yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas Kabupaten Mojokerto.

“Pendidikan adalah jalur paling singkat untuk meningkatkan taraf hidup dan strata sosial keluarga. Kami berharap anak-anak yang ijazahnya telah ditebus hari ini terus bersemangat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi atau mendapatkan pekerjaan yang layak,”  jelas Gus Barra, panggilan akab Bupati Mojokerto, dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).

Dijelaskan pada tahun kedua pelaksanaannya, program tersebut menyalurkan bantuan total sebesar Rp585 juta kepada 247 siswa/wali murid dari 98 sekolah di Kabupaten Mojokerto. Bantuan diberikan kepada lulusan SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA sederajat yang ijazahnya masih tertahan karena kendala ekonomi.

Dari total penerima tersebut, sebanyak 131 merupakan lulusan SMA sederajat dengan bantuan masing-masing Rp2,5 juta, 88 penerima dari jenjang SMP sederajat masing-masing Rp1,5 juta, serta 28 penerima dari jenjang MI sederajat masing-masing Rp 800 ribu.

Menurut Gus Barra, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting dalam memutus mata rantai kemiskinan dan pengangguran. Karena itu, persoalan ekonomi diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan masa depan.

“Kami tidak ingin ada anak-anak kita yang terhenti langkahnya hanya karena persoalan biaya. Karena itu, program seperti ini harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, Baznas, sekolah, orang tua, dan seluruh masyarakat,”pungkas Bupati Mojokerto. (*)

Penulis: Gatot Sugianto