MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyerahkan tujuh unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani di Kabupaten Mojokerto. Langkah ini guna mendukung Produktivitas Pertanian, nelalui Kelompok Tani yang menyebar di Kabupaten Mojokerto
Bantuan sarana pertanian dari Pemprov Jatim tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sarpras pertanian tersebut terdiri atas dua unit combine harvester dan lima unit pompa air untuk mendukung peningkatan produktivitas serta efisiensi usaha tani
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Jatim atas perhatian dan dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto. Dengan bantuan alat pertanian modern tersebut menjadi bagian dari langkah modernisasi pertanian sekaligus upaya menjawab berbagai tantangan yang dihadapi petani.
“Sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujar Mas Rizal, panggilan akrab Wabub Mojokerto, dikonfirmasi, Senin (5/9/2026).
Mas Rizal menyebut, tantangan yang dihadapi petani saat ini antara lain keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya produksi, kebutuhan percepatan panen, serta keterbatasan air pada musim kemarau.
“Bantuan combine harvester diharapkan dapat membantu petani dalam mempercepat proses panen, mengurangi kehilangan hasil, menghemat biaya dan tenaga kerja, serta meningkatkan efisiensi usaha tani,” jelasnya.
Rizal menambahkan untuk pompa air diharapkan dapat membantu pengairan lahan, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Dengan dukungan alat dan mesin pertanian tersebut, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat dan biaya usaha tani dapat ditekan. Pada akhirnya, pendapatan serta kesejahteraan petani Kabupaten Mojokerto juga semakin meningkat,” ungkapnya.
Rizal juga berpesan kepada kelompok tani penerima agar alsintan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Pengelolaan secara bersama-sama dinilai penting agar manfaat bantuan dapat dirasakan secara lebih luas.
“Jangan sampai bantuan yang telah diberikan menjadi tidak optimal karena kurangnya pemeliharaan ataupun pemanfaatan yang tidak sesuai peruntukannya. Mari kita bangun semangat gotong royong, berbagi manfaat, dan mengembangkan pengelolaan alsintan secara bersama-sama,” pungkas Wabub Mojokerto.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa bantuan sarana pertanian dari Pemprov Jatim bias dimanfaatkan dan dirawat dengan sempurna. Sebangkan para nama kelompok tani penerima ini juga memiliki makna sebagai doa dan harapan bagi kesejahteraan petani. Sarpras pertanian tersebut terdiri atas dua unit combine harvester dan lima unit pompa air untuk mendukung peningkatan produktivitas serta efisiensi usaha tani.
Dijelaskan pada 2026, Pemprov Jatim mengalokasikan 341 unit alsintan yang terdiri atas 231 unit alat prapanen dan 110 unit alat pascapanen. Dari alokasi tersebut, Kabupaten Mojokerto menerima tujuh unit, dengan penerima meliputi Kelompok Tani Rukun Makmur 2, Tani Jaya, Sumber Makmur, Mardi Tani, Sejahtera 4, Makmur, dan Rukun Tani.
“Penamaan kelompok tani seperti Kelompok Tani Makmur dan Poktan Rukun Tani sengaja dipilih karena mengandung makna kebaikan, kemakmuran, dan kesejahteraan,” ujarnya.
Gubernur Khofifah mengaitkan makna tersebut dengan hadis qudsi tentang prasangka seorang hamba kepada Allah SWT.
“Harapannya, nama-nama tersebut dapat mewujud menjadi kenyataan bagi para petani,” ungkapnya.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi potensi kemarau berkepanjangan. Selain ikhtiar melalui salat istisqa, pemerintah melakukan mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Setiap kali BMKG menginformasikan adanya pergerakan awan, penaburan garam segera dilakukan untuk memicu terjadinya hujan,” katanya.
Menurut Khofifah, pelaksanaan OMC sejak 6 September terpantau menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan karena potensi kemarau dapat berlangsung hingga melewati Desember.
“Mengingat adanya potensi kemarau yang bisa memanjang hingga melewati bulan Desember, kewaspadaan tetap diperlukan sehingga pemanfaatan sumur dan pompa-pompa air harus terus dimaksimalkan,” tegasnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diperingati pada 12 Oktober 2026. Khofifah memaknai pertambahan usia Jawa Timur sebagai momentum untuk terus mengedepankan kearifan dan kebijaksanaan.
“Di usia yang ke-81 ini, Jawa Timur kita ibaratkan seperti lansia yang makin bersantan. Kita juga mengamalkan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk. Ini menjadi cerminan kekuatan, kearifan, dan kebijaksanaan,” tuturnya.
Usai penyerahan alsintan, Khofifah menyempatkan kunjungan ke Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim di halaman Kantor Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Pasar Murah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Sejumlah kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per pack, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan gula pasir Rp14.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia bawang putih Rp8.000 per 250 gram, bawang merah Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp32.000 per pack.
Pasar Murah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat. (gat/min)







