banner 400x130

Tekan Stunting di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Tuntut Data Real dan Minta Camat Turun Tangan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan arahan terkait penurunan stunting di Ruang Joyoboyo Pemkab Kediri.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan arahan langsung terkait penanganan stunting dan proyek strategis daerah kepada jajaran kepala dinas serta camat di Ruang Joyoboyo, Komplek Kantor Pemkab Kediri, Senin (5/10/2026). (Foto: dok. Pemkab Kediri).

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta semua jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri memiliki visi yang sama untuk mengawal penurunan angka stunting berdasarkan data real di lapangan.

Hal itu disampaikan saat memberikan arahan langsung terkait proyek strategis dan prioritas daerah kepada semua kepala dinas dan camat di Ruang Joyoboyo, Komplek Kantor Pemkab Kediri, Senin (5/10).

Mas Dhito menyampaikan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Kediri berdasarkan bulan timbang menunjukkan tren penurunan. Desember 2025 stunting di angka 8,04 persen, Februari 2026 turun 7,67 persen dan Agustus 2026 turun menjadi 7,47 persen.

Persentase tersebut, menurut Mas Dhito, ketika dihitung secara real angka jumlahnya tentu tak sedikit. Pihaknya meminta, data penurunan stunting harus benar sesuai realita di lapangan.

“Jangan sampai penurunan itu cuma buat nyeneng nyenengi bupati, kalau sampai saya tahu betul di lapangan realnya angka stunting tidak terjadi penurunan signifikan, angka pertumbuhan stunting juga tidak bisa dihentikan maka ada konsekuensi yang harus ditanggung,” kata Mas Dhito.

Mas Dhito meminta semua jajaran di Pemerintah Kabupaten Kediri dapat bekerjasama dalam penurunan stunting. Termasuk pula mencegah munculnya kasus baru atau growth stunting.

Tak hanya bagi kepala dinas, Mas Dhito meminta semua camat memantau perkembangan stunting berdasarkan data real di wilayahnya masing-masing.

“Camat saya minta tolong dicek di kecamatannya, berapa angka real stunting bukan prosentasenya,” ucapnya.

Selain stunting, di bidang kesehatan Mas Dhito juga menyoroti terkait UHC (Universal Health Coverage) atau sistem penjaminan kesehatan bagi warga. Mas Dhito meminta, kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di tiap faskes harus ditingkatkan.(Adv/PKP/abi)

Penulis: Moch Abi Madyan