banner 400x130

PMI Pacitan Mulai Distribusi Air Bersih ke Dusun Pudak, Warga Lega Setelah Empat Bulan Krisis

Ketua Bidang PB PMI Jatim Edi Purwinarto dan Wakil Ketua PMI Pacitan Sunaryo mengisi Air bersih di Curigen dan Ember di Desa Pudak, Desa Podompol Kec. Donorejo Pacitan, Senin (3/8/2026)

PACITAN, WartaTransparansi.com – Warga Dusun Pudak, Desa Podompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, akhirnya dapat menikmati bantuan air bersih setelah Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pacitan menyalurkan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter, Senin (3/8/2026).

Bantuan ini menjadi distribusi perdana bagi wilayah yang telah mengalami krisis air bersih selama sekitar empat bulan akibat musim kemarau.

Ketua RT 04/RW 13 Dusun Pudak, Wadiran, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini harus membeli air bersih dari penjual swasta dengan harga antara Rp200.000 hingga Rp300.000 per truk tangki, tergantung jarak dan kondisi medan. Satu tangki air digunakan bersama oleh puluhan kepala keluarga di lingkungannya yang berjumlah 37 KK.

“Hari ini warga kami sudah lega karena kiriman air bersih dari PMI Pacitan sudah datang dan gratis. Kami berharap distribusi ini tidak hanya sekali, tetapi dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Dusun Pudak berada di kawasan pegunungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kondisi geografis tersebut membuat akses air bersih semakin sulit saat musim kemarau.

Kaur Pelayanan Desa Podompol, Bambang Wiyono, menyebut sedikitnya 700 jiwa di empat dusun terdampak kekeringan, yakni Pudak, Karangkulon, Bedali, Wungu, dan Jlamprang.

Menurutnya, Dusun Pudak menjadi wilayah yang paling parah mengalami krisis air bersih.

Ia menjelaskan, di wilayah tersebut terdapat Luweng atau sungai bawah tanah. Namun hingga kini belum diketahui secara pasti aliran air di dalamnya. Upaya pengeboran sumur juga dinilai berisiko karena di sejumlah lokasi lain pengeboran hingga kedalaman 150 meter tidak berhasil menemukan sumber air.

Warga sebenarnya dapat mengambil air dari kawasan Telagasari di Kabupaten Wonogiri karena lebih dekat. Namun, menurut Bambang, masyarakat Pacitan belum diperbolehkan memanfaatkan sumber air tersebut.

Wakil Ketua PMI Kabupaten Pacitan, Sunaryo, mengatakan distribusi air bersih ke Dusun Pudak dilakukan setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.

“Dalam penanggulangan bencana, PMI bertugas membantu pemerintah melalui BPBD. Karena itu distribusi dilakukan setelah ada koordinasi dan permintaan dari masyarakat,” katanya.

Sunaryo memastikan bantuan air bersih akan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Namun, kemampuan distribusi masih terbatas karena pasokan berasal dari PDAM Pacitan dan armada tangki hanya mampu melakukan sekitar dua kali perjalanan setiap hari akibat medan yang berat.

Dalam kesempatan itu Sunaryo juga menyerahkan 10 Curigen Untuk warga yang diterima Ketua RT Wadiran.

Sementara itu, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur, Edi Purwinarto, mengatakan berdasarkan data per 24 Juli 2026 terdapat 17 kabupaten di Jawa Timur terdampak kekeringan. Sebanyak 14 kabupaten telah menetapkan status darurat kekeringan, terdiri atas 13 kabupaten berstatus siaga darurat dan satu kabupaten berstatus tanggap darurat.

Hingga 24 Juli 2026, PMI telah menyalurkan 345.000 liter air bersih kepada 22.197 jiwa di enam kabupaten, yakni Jember, Bondowoso, Pamekasan, Bangkalan, Banyuwangi, dan Kabupaten Pasuruan. Penyaluran ke daerah lain masih menunggu penjadwalan BPBD, hasil asesmen lapangan, ketersediaan armada, serta pengajuan permohonan dari pemerintah desa. (*)

Penulis: Amin Istighfarin