banner 400x130
Ekbis  

Khofifah Dukung Transformasi Pelabuhan Hijau untuk Perkuat Ketahanan Pangan

GRESIK, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung transformasi pelabuhan menuju konsep green and smart port sebagai langkah strategis memperkuat sistem logistik nasional sekaligus menopang terwujudnya ketahanan pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan pada kegiatan Green Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, jajaran direksi BUMN, serta Kepala Daerah.

Menurut Khofifah, pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai distribusi nasional. Karena itu, pengembangan pelabuhan yang mengedepankan teknologi digital dan prinsip keberlanjutan menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi logistik serta menjaga kelancaran distribusi barang, khususnya kebutuhan pangan.

“Konsep green and smart port akan memperkuat rantai pasok nasional. Swasembada pangan yang menjadi target pemerintah membutuhkan dukungan infrastruktur pelabuhan yang modern, efisien, dan berdaya saing,” ujar Khofifah.

Ia mengatakan, penerapan konsep pelabuhan hijau memberikan manfaat besar bagi lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dengan pemanfaatan energi listrik, energi terbarukan, penggunaan peralatan berbasis listrik, serta penerapan sistem pengelolaan energi yang lebih hemat.

Selain itu, pengelolaan limbah yang lebih baik melalui sistem daur ulang dan pengolahan sampah dinilai mampu menjaga kelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir.

Dari sisi operasional, lanjut Khofifah, digitalisasi pelayanan pelabuhan melalui otomatisasi bongkar muat, pelacakan kontainer secara real time, layanan perizinan daring, pembayaran nontunai, hingga penerapan single window system akan memangkas waktu pelayanan dan menurunkan biaya logistik nasional.

“Pelabuhan yang modern dan ramah lingkungan juga akan meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus menarik investasi baru yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Sementara itu, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga didukung sistem distribusi yang cepat dan efisien.

Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul strategis yang menghubungkan proses produksi hingga distribusi pangan ke seluruh wilayah Indonesia. Oleh sebab itu, transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada delapan operator pelabuhan yang dinilai berhasil menerapkan prinsip keberlanjutan dan digitalisasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas Pelabuhan Petrokimia Gresik yang menampilkan implementasi teknologi, efisiensi operasional, keselamatan kerja, serta pengelolaan lingkungan dalam mendukung pengembangan pelabuhan berstandar internasional. (*)

Penulis: Amin Istighfarin