banner 400x130

Pesantren Al Fatah Berhasil Kembangkan Peternakan Kampung Unggul Balitbangtan

LUMAJANG, WartaTransparansi.com – Kemandirian ekonomi berbasis pesantren terus menunjukkan hasil nyata. Pesantren Al Fatah di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, berhasil mengembangkan peternakan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) hingga menembus lebih dari 300 ekor.

Capaian ini menjadi salah satu kekuatan utama usaha produktif pesantren setelah bergabung dalam Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada 2026.

Selain menjadi pusat pendidikan dan dakwah, Pesantren Al Fatah juga aktif membangun berbagai unit usaha yang melibatkan pengurus dan santri. Pengembangan usaha tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat perekonomian pesantren, tetapi juga membekali santri dengan pengalaman kewirausahaan secara langsung.

Saat ini, pesantren memiliki tiga unit usaha utama, yakni koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik. Dari ketiga sektor tersebut, peternakan ayam KUB menjadi unit usaha paling berkembang dengan populasi ternak yang telah melampaui 300 ekor dan memiliki prospek pasar yang terus meningkat.

Bergabungnya Pesantren Al Fatah dalam Program OPOP Jawa Timur diharapkan mampu mempercepat pengembangan usaha melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, serta perluasan jaringan pemasaran sehingga pengelolaan usaha semakin profesional dan berdaya saing.

Pengurus Pesantren Al Fatah, Gus Fuad Latif, mengatakan pihaknya berharap OPOP Jatim dapat menjadi penguat bagi seluruh unit usaha yang telah dijalankan.

“Kami berharap melalui Program OPOP Jawa Timur, usaha-usaha yang kami kembangkan semakin maju, baik dari sisi manajemen, produksi maupun pemasaran. Kami juga ingin para santri memiliki bekal kewirausahaan yang kuat sehingga mampu menjadi generasi yang mandiri, produktif, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Sekretaris Jenderal OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin. Menurutnya, Pesantren Al Fatah merupakan contoh pesantren yang mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui pengelolaan usaha yang konsisten dan berkelanjutan.

“Peternakan ayam KUB yang telah berkembang hingga lebih dari 300 ekor menunjukkan bahwa pesantren memiliki peluang besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap kapasitas usaha ini terus meningkat sehingga manfaatnya semakin luas bagi santri, pesantren, maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Melalui pengembangan koperasi konsumsi, peternakan ayam KUB, dan budidaya selada hidroponik, Pesantren Al Fatah membuktikan bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat. Dengan dukungan Program OPOP Jawa Timur, pesantren optimistis terus memperluas usaha produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (*)