banner 400x130

Zero Kematian Ibu Semester I 2026, Prestasi Dinkes PPKB Kota Mojokerto Diapresiasi Jatim

MOJOKERTO  – Dinas Kesehatan (Dinkes) PPKB Kota Mojokerto meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota dengan capaian Zero Kematian Ibu pada Semester I Tahun 2026 dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan stunting yang berlangsung di The Singhasari Resort and Convention, Kota Batu.

Penghargaan itu diraih setelah Kota Mojokerto berhasil mencatatkan tidak ada satu pun kasus kematian ibu selama Januari hingga Juni 2026. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu, mulai masa kehamilan, persalinan hingga masa nifas.

Kepala Dinkes PPKB Kota Mojokerto, dr. Achmad Rheza, Sp.OG., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh tenaga kesehatan, mulai dokter spesialis kandungan, tenaga medis di puskesmas, bidan, perawat, hingga dukungan lintas sektor yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.

“Keberhasilan ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa seluruh ibu hamil di Kota Mojokerto mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sehingga dapat menjalani kehamilan, persalinan, hingga masa nifas dengan selamat bersama bayinya,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Menurut dr. Rheza, Dinkes PPKB secara konsisten melakukan pemantauan terhadap ibu hamil melalui puskesmas di setiap wilayah. Monitoring dilakukan secara berkala untuk mendeteksi dini kehamilan berisiko sekaligus memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan terintegrasi.

Ia menegaskan, keberhasilan mempertahankan nol kematian ibu merupakan buah dari komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Setiap ibu yang selamat menjalani kehamilan dan persalinan adalah keberhasilan bersama. Zero kematian ibu bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata hadirnya pemerintah daerah dalam melindungi keselamatan setiap ibu di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa investasi di sektor kesehatan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto, lanjutnya, akan terus memperkuat deteksi dini kehamilan berisiko, pendampingan ibu hamil, serta memastikan akses layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas.

Menurut Ning Ita, perhatian terhadap kesehatan perempuan, khususnya ibu hamil, akan terus menjadi prioritas karena menjadi fondasi dalam melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Penghargaan ini sekaligus menambah daftar prestasi Kota Mojokerto di bidang kesehatan serta memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak awal kehidupan. (*)

Penulis: Gatot Sugianto