banner 400x130
Kediri  

Menteri PPPA Apresiasi KWT Flamboyan Ketami, Mbak Wali Tegaskan Peran Perempuan dalam Ketahanan Pangan Keluarga

Menteri PPPA Arifah Fauzi berdialog dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat kunjungan kerja di Kelurahan Ketami Kota Kediri untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan keluarga.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi berbincang dengan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat kunjungan kerja di Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Minggu (21/6/2026). Kunjungan tersebut menyoroti peran perempuan dalam penguatan ketahanan pangan keluarga melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan.(Foto: istimewa).

KEDIRI  – Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan Kelurahan Ketami, Kota Kediri, mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Kediri, Minggu (21/6/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan kemandirian masyarakat dari tingkat kelurahan.

Menteri PPPA didampingi Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meninjau berbagai hasil budidaya dan produk unggulan yang dikembangkan perempuan-perempuan di Kelurahan Ketami. Sesampainya di Balai Kelurahan Ketami, Arifatul melihat langsung hasil pertanian dan olahan yang dihasilkan KWT Flamboyan.

Dalam sambutannya, Arifatul mengaku optimistis cita-cita pemerintah untuk membangun desa dan kelurahan mandiri dapat terwujud jika gerakan serupa terus dikembangkan.

“Ketika saya baru masuk ke ruangan ini dan melihat hasil yang ada. Saya yakin apa yang dicita-citakan Bapak Presiden bisa berhasil di Kota Kediri. Karena yang diinginkan Bapak Presiden adalah setiap desa bisa mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, kemandirian yang dimaksud adalah kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dari potensi yang dimiliki wilayahnya sendiri. Ia menilai KWT Flamboyan telah menunjukkan langkah nyata menuju tujuan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan pesan dari Bapak Presiden bahwa kita harus berkolaborasi agar setiap desa atau kelurahan bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Kelurahan ini sudah memulai dengan Kelompok Wanita Tani bahkan produknya sudah dijual ke beberapa tempat,” jelasnya.

Arifatul juga mengajak pemerintah daerah dan masyarakat menumbuhkan kesadaran pentingnya ketahanan pangan keluarga. Menurut dia, keterbatasan lahan tidak lagi menjadi hambatan karena masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah maupun media tanam sederhana seperti polybag untuk menanam tanaman produktif.

“Dengan tumbuh kesdaran untuk menanam tanaman yang dapat dikonsumsi sebenarnya bukan hanya berdampak secara ekonomi. Namun juga oksigen di lingkungan akan lebih baik,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Menteri PPPA mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang kuat melalui ketahanan pangan, perlindungan perempuan dan anak, serta lingkungan keluarga yang aman dan harmonis.

“Perempuan berdaya, anak terlindungi, menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan keluarga, terutama di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika ekonomi global, dan kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat.

“Perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, mengembangkan usaha produktif, hingga mendidik generasi penerus bangsa. Karena itu, Pemerintah Kota Kediri terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan perempuan,” ujar Mbak Wali.

Ia menjelaskan, Kelurahan Ketami menjadi salah satu contoh potensi masyarakat yang terus berkembang. Selain KWT Flamboyan, wilayah tersebut juga memiliki budidaya ikan cupang dan berbagai produk unggulan lainnya yang dikelola masyarakat.

“Saya percaya perempuan-perempuan di sini hebat. Meskipun hanya memiliki dua tangan namun dapat melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu,” jelasnya.

Mbak Wali menambahkan, Indeks Pembangunan Gender Kota Kediri pada 2025 mencapai 96,36 dan terus menunjukkan tren peningkatan dalam lima tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, kader PKK, kelompok perempuan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA bersama Wali Kota Kediri juga meninjau budidaya aglonema yang dikembangkan warga Kelurahan Ketami.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan