banner 400x130
Jember  

Ribuan Masa FPMJ Kepung DPRD Jember Dukung MBG Dilanjutkan 

Ribuan masa FPMJ geruduk kantor DPRD Jember

JEMBER – Tuntut MBG di lanjutkan. Itu tema unjukrasa damai oleh ribuan warga Jember yang tergabung dalam Forum Masyarakat Jember Maju (FMJM) kepung kantor DPRD Jember. Mereka mendesak pemerintah pusat melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) inisiasi Presiden Prabowo, Sabtu (20/6/2026)

Korlap Aksi FMJM, Agus Nuryasin menegaskan bahwa selain, program MBG, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat (SR) adalah program strategis yang secara nyata memberi manfaat bagi masyarakat.

“Bahkan program strategis nasional ini sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat pedesaan,” tegas Agus Nuryasin, di lobi kantor DPRD Jember.

Lanjut Agus, meski program strategis pemerintah pusat ini membawa dampak manfaatnya, namun masih banyak para pihak yang ingin menghilangkan.

“Jika memang ada kekurangan dalam program MBG, harusnya ada evaluasi dan perbaikan agar program presiden Prabowo mendekati kesempurnaan serta dampaknya makin masyarakat rasakan,” jelasnya.

Agus juga menambahkan, saat ini sudah ada 219 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di kabupaten Jember. “Dari 219 dapur SPPG sudah menyerap berapa ribu karyawan dan relawan. Belum lagi perputaran ekonomi, efek dari adanya dapur SPPG yang membeli produk petani padi, sayur, buah, peternak ayam dan petelur serta nelayan,” tegasnya.

Di tempat yang sama H Ahmad Sudiyono, mengatakan bahwa pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) juga harus terus menjaga MBG sesuai regulasi yang berlaku untuk kesinambungan program MBG.

“Jangan sampai peraturan yang berlaku tidak sesuai dengan Juknis di pusat, alias hanya berpedoman Surat Edaran, sementara Juknis belum pemerintah rubah,” pungkasnya.

Sedangkan Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat Jember yang tergabung dalam FMJM terkait keberlangsungan program MBG ini ke pemerintah pusat.

“Program MBG sejalan dengan program Ketahanan Pangan, Pengentasan Kemiskinan dan Pengentasan Stunting,” tegasnya di hadapan massa.

Berdasarkan data terhimpun, menurut FMJM ada delapan poin manfaat adanya program strategis nasional MBG, KDMP, dan SR, yakni membuka lapangan kerja, mengentas kemiskinan, peningkatan gizi, menggerakkan ekonomi akar rumput, memberikan akses pendidikan gratis dan memutuskan mata rantai kemiskinan, mempersiapkan generasi penerus yang cerdas, berkarakter serta mandiri.

Tak hanya itu FMJM juga mengeluarkan delapan pernyataan sikap, yakni pertama mendukung program strategis nasional, kedua mendesak presiden mengevaluasi terhadap sistem dan tata kelola BGN, ketiga mendesak BGN memperbaiki sistem dan tata kelola yang bersih dan transparan dan evaluasi secara internal dari level atas ke bawah.

Keempat mengecam oknum yang mengadu domba masyarakat dan membuat negara tidak kondusif, kelima mendukung presiden Prabowo melanjutkan program strategis nasional, keenam komitmen memutus mata rantai kemiskinan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, ketujuh mendukung APH memberantas oknum pemecah belah masyarakat yang sengaja mengadu domba dan poin ke delapan yakni jutaan rakyat, murid, pengusaha, pekerja siap membantu presiden Prabowo untuk mewujudkan Indonesia Adil, Makmur dan Sejahtera sebagaimana amanah UUD 1945. (*)

Penulis: Sugito