banner 400x130
Jember  

Keberadaan SPPG di Jember Berdampak Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Dapur SPPG di Desa Wringin Agung Kecamatan Jombang

JEMBER – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember membawa dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satunya, SPPG yang berada di Kecamatan Jombang.

Melalui program pemberdayaan dan rekrutmen yang tepat sasaran, lembaga ini berkomitmen penuh dalam menyerap potensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

Kepala SPPG setempat, Harun Al Rasyid, mengungkapkan bahwa saat ini operasional SPPG ditopang oleh total 49 personel.

“Komposisi tersebut terdiri dari 46 orang relawan serta 3 orang tim inti, yang meliputi posisi Kepala SPPG, akuntan, dan pengawas gizi,” kata pria kelahiran 2002 tersebut.

Rasyid menjelaskan bahwa mekanisme perekrutan relawan tidak dilakukan secara sembarangan. Pihak yayasan dan mitra kerja secara ketat melihat tingkat ekonomi para calon relawan dengan merujuk pada indikator kesejahteraan masyarakat.

“Misalnya, klasifikasi desil 1, desil 2, dan desil 3. Pendekatan ini diambil agar peluang kerja yang tersedia benar-benar menyasar keluarga yang paling membutuhkan bantuan ekonomi,” papar pria kelahiran Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur, tersebut.

Selain faktor ekonomi, pihak SPPG juga menetapkan persyaratan administrasi yang wajib dipenuhi. Salah satunya adalah surat keterangan sehat.

Rasyid menegaskan bahwa aspek kesehatan relawan adalah prioritas utama. Mengingat, aktivitas utama berada di area dapur umum. Jadi, penerapan standar higiene dan sanitasi yang ketat menjadi hal yang mutlak demi menjaga kualitas layanan gizi.

“Kami melihat tingkat ekonomi dari relawan itu sendiri melalui sistem desil sehingga tidak sembarang memasukkan orang. Persyaratan seperti surat kesehatan juga sangat penting agar kesehatan relawan terjaga, karena aktivitas di dapur ini identik sekali dengan masalah higiene dan sanitasi,” ujarnya.

Komitmen yayasan terhadap lingkungan sekitar dibuktikan dengan penyerapan tenaga kerja yang 100 persen berasal dari masyarakat lokal. Harun memastikan bahwa seluruh relawan merupakan penduduk asli Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, dan tidak ada pekerja yang didatangkan dari luar wilayah desa.

Langkah ini membawa perubahan signifikan bagi kehidupan ekonomi para relawan. Harun menceritakan, sebelum bergabung dengan SPPG, mayoritas relawan memiliki latar belakang profesi yang rentan secara penghasilan. Mulai dari warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur, buruh kuli, hingga buruh petani.

Kini, setelah aktif bekerja di dapur pelayanan gizi tersebut, para relawan sudah dapat merasakan langsung dampak positif dari hasil kerja keras mereka. Misalnya, Layla dan Mia, warga Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang.

Layla mengaku, perekonomiannya mulai membaik setelah bekerja menjadi relawan di SPPG setempat.

“Suami saya kerja jadi kuli bangunan, jadi pendapatan saya di sini sangat membantu biaya rumah tangga,” ujarnya.

Begitu juga dengan Mia. Perempuan yang baru berpisah dengan suaminya ini sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai keluarga. “Kami berharap, SPPG ini bisa berjalan dengan baik dan terus beroperasi. Kalau sampai tutup, kami juga yang bakal kesusahan,” tandasnya. (*)

Penulis: SugitoEditor: Amin Istighfarin