PAPDESI  Kab. Mojokerto Bahas Strategi Arah Kebijakan & Pembangunan Desa Menuju 2030

Sejumlah Kepala Desa yang tergabung dalam Papdesi saat gelar konsolidasi, bahas strategi arah Kebijakan & Pembangunan Desa Menuju 2030, di ATC Trawas, Sabtu (30/5/2026).

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com –  Belasan Kades (Kepala Desa)  yang tergabung dalam Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Mojokerto menggelar forum konsolidasi di ATC Trawas. Pertemuan tersebut menjadi ajang menyatukan langkah dalam merancang arah pembangunan desa yang berkelanjutan hingga tahun 2030, Sabtu (30/5/2026).

Ketua PAPDESI Kabupaten Mojokerto,  Juriyanto menjelaskan kegiatan yang diikuti para kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto ini, selain mempererat koordinasi antaranggota, forum tersebut juga membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan desa di masa mendatang.

Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, peserta menekankan pentingnya penyusunan program pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan jangka panjang. Penguatan ekonomi desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan potensi lokal menjadi sejumlah isu yang mendapat perhatian khusus.

Kepala Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Muhammad Arif, menyampaikan bahwa visi pembangunan menuju 2030 harus diwujudkan melalui langkah nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Pemerintah desa harus memiliki perencanaan yang jelas dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang kuat antar desa, kami optimistis kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat dan kemandirian desa dapat terwujud,”jelas  Muhammad Arif .

Selain membahas arah pembangunan, para peserta juga menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan terbuka. Transparansi dalam pengelolaan anggaran serta pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Menurut peserta forum, pengelolaan Dana Desa maupun bantuan pemerintah lainnya harus dilakukan secara akuntabel agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif bagi warga.

Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan menghadapi Silaturahmi Nasional (Selatnas) PAPDESI yang akan mempertemukan para aparatur pemerintah desa dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda nasional itu diharapkan menjadi wadah bertukar pengalaman dan memperkuat sinergi dalam memajukan desa.

Juriyanto mengajak seluruh anggota PAPDESI untuk terus menjaga kekompakan dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Desa memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menciptakan desa yang maju serta mandiri,” tegasnya.

Konsolidasi tersebut berakhir dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat kolaborasi antardesa serta mendorong lahirnya berbagai program inovatif guna mendukung terwujudnya pembangunan desa yang berdaya saing menuju tahun 2030.(*)

Penulis: Gatot Sugianto