Menyuarakan Hak Rakyat

Kemacetan Terjadi Di Perempatan Ngariboyo Akibat Aktifitas Pasar Tumpah Sampai Bahu Jalan

MAGETAN (Wartatransparansi.com) – keberadaan pasar Ngariboyo Kecamatan Ngariboyo di dekat atau di area perempatan jalan merupakan salah satu penyebab utama kemacetan lalu lintas pada jam sibuk terutama pagi hari saat jam sekolah dan orang berangkat kerja.

Lokasi di Persimpangan Pertemuan arus kendaraan dari empat arah ditambah dengan kepadatan aktivitas pasar membuat arus lalu lintas jadi tersendat. Pedagang dan Pembeli Aktivitas jual beli yang tumpah ke badan jalan mempersempit jalur lalu lintas.

Ketua BPD Desa Ngariboyo Subiyanto membenarkan adanya kesremawutan dan kemacetan di area pasar tersebut. Mengingat lokasi pasar yang tepat di timur lampu merah perempatan. “Para pedagang tidak hanya berjualan di area pasar, tetapi juga memenuhi trotoar dan bahkan sebagian ruas jalan,’ ujar Subiyanto.

Ditambah parkir sembarangan kendaraan pengunjung yang parkir di badan jalan mengurangi kapasitas jalan secara signifikan. Aktivitas Penyeberang Jalan Lalu lalang pembeli yang menyeberang di area sibuk menghambat laju kendaraan.

Senada dengan ketua BPD, pajabat (Pj) Kepala Desa Ngariboyo Sukadi juga menyampaikan jika permasalahan tersebut sudah terjadi waktu lama sekali.Dirinya menyebut pengajuan relokasi pasar sudah disamapaikan ke Pemkab tahun lalu. Namun sampai sekarang belum ada respon dari pemerintah/OPD terkait.” proposal relokasi pasar telah diajaukan tahun lalu, tapi sampai sekarang masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah,” Kata Sukadi.

Ia berharap ada langkah konkret dari pihak terkait, baik berupa penataan ulang area pasar maupun percepatan relokasi, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil kebijakan strategis guna mengurai kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan tersebut. Pihaknya meminta agar tidak merugikan pedagang, pembeli, dan masyarakat terutama pengguna jalan yang melintas,” ujar kedua pejabat desa Ngariboyo tersebut serempak. (*)

Penulis: Rudi Ardy