Kemiskinan Jember Terendah dalam 10 Tahun, IPM Melonjak Signifikan

Jember, WartaTransparansi.com – Kepemimpinan Muhammad Fawait di Kabupaten Jember menunjukkan hasil nyata. Pada tahun 2026, Jember mencatat pencapaian signifikan di sektor kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga level terendah dalam sepuluh tahun terakhir, yakni 8,67 persen atau sekitar 216.760 jiwa.

Capaian ini semakin mengesankan karena angka kemiskinan Jember berada di bawah rata-rata Jawa Timur yang mencapai 9,50 persen. Bupati Fawait menegaskan, keberhasilan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan hasil dari strategi intervensi yang tepat sasaran.

“Alhamdulillah, ikhtiar kita bersama membuahkan hasil nyata. Fokus kami jelas, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan per kapita melalui 43 program lintas sektor yang menyasar hampir dua juta warga,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Tidak hanya dari sisi ekonomi, kualitas hidup masyarakat Jember juga mengalami peningkatan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jember tahun 2025 mencapai 71,57, naik 3,42 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 69,20.

Menurut Fawait, peningkatan ini didorong oleh membaiknya standar hidup layak, di mana daya beli masyarakat naik sebesar 4,18 persen. Hal tersebut didukung oleh penguatan sektor UMKM serta perluasan lapangan kerja.

“Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas manusianya. Dimensi pengetahuan turut kami tingkatkan melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang tumbuh dari 0,31 persen menjadi 1,53 persen,” tambahnya.

Di sektor kesehatan, Jember juga mencatat kemajuan pesat. Prevalensi stunting turun signifikan dari 30,4 persen pada 2024 menjadi 20,1 persen di 2025. Selain itu, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hampir mencapai universal coverage, yakni 99,46 persen.

“Kesehatan adalah fondasi utama. Dengan penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) serta capaian UHC yang hampir 100 persen, kami ingin memastikan tidak ada warga yang takut berobat karena kendala biaya,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus memprioritaskan wilayah dengan capaian IPM rendah melalui program rehabilitasi sarana pendidikan serta bantuan sosial yang tepat sasaran, guna mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Jember. (*)

Penulis: SugitoEditor: Amin Istighfarin