Menyuarakan Hak Rakyat
Kediri  

Mas Dhito Cek Progres Rehabilitasi Gedung Pemkab Kediri, Capai 68 Persen

KEDIRI WartaTransparansi.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung progres rehabilitasi gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri yang sebelumnya rusak akibat aksi pembakaran saat kerusuhan Agustus 2025. Dari hasil pengecekan, pembangunan disebut telah mencapai 68 persen.

“Ini masih 68 persen jadi masih (progres) tersisa 32 persen,” kata Mas Dhito usai mengecek Kantor Bupati/Wakil Bupati di kompleks perkantoran Pemkab Kediri, Selasa (31/3).

Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Candra Wahyu Purnama. Selain Kantor Bupati/Wakil Bupati, pengecekan juga dilakukan di Gedung Sekretariat Daerah.

Mas Dhito menilai pekerjaan rehabilitasi berjalan cukup baik. Secara struktur, bangunan tidak banyak mengalami perubahan. Ia juga mengapresiasi kecepatan pengerjaan yang dinilai sesuai dengan target.

Menurutnya, percepatan pembangunan menjadi penting agar gedung perkantoran tersebut dapat segera difungsikan kembali untuk menunjang pelayanan publik.

Selain perbaikan fisik, Pemkab Kediri juga menambahkan sejumlah sistem pengamanan sebagai bentuk evaluasi dari kejadian sebelumnya. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem mitigasi kebakaran.

“Ada beberapa hal yang diperhatikan, salah satunya faktor pengamanan, seperti emergency exit dan sistem pemadam, kemarin yang belum ada itu sistem pemadamnya,” ungkap Mas Dhito.

Dengan adanya sistem keamanan tambahan, diharapkan potensi risiko kejadian serupa dapat diminimalkan. Meski demikian, Mas Dhito berharap insiden yang pernah terjadi tidak kembali terulang.

Di sisi lain, pelaksana proyek yang sama juga tengah mengerjakan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Plosoklaten. Proyek tersebut ditargetkan rampung tahun ini agar dapat segera dimanfaatkan.

Untuk mempercepat proses pembangunan, jumlah tenaga kerja akan ditambah dari 524 orang menjadi sekitar 800 orang. Langkah ini diambil guna memastikan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Mas Dhito berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat segera selesai sehingga para siswa yang saat ini masih menempati gedung sementara bisa segera pindah ke lokasi baru.

“Semoga tahun ini (anak-anak yang masih menempati gedung sementara di Balai Pengembangan Kompetensi (BPK) ASN milik Pemkab Kediri di Tarokan) bisa pindah ke Sekolah Rakyat yang kita siapkan di Plosoklaten,” pungkas Mas Dhito.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan