MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas PUPR Perkim (Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman) kota Mojokerto getol mempersiapkan sekaligus mematangkan rencana pembangunan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) di Kel. Blooto sebagai bagian dari proyek strategis peningkatan sistem sanitasi kota.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari optimis rencana pembangunan IPLT di Blooto segera terwujud. Dan untuk memantapkan rencana pembangunan strategis tersebut Walikota senantiasa aktif koordinasi dengan Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III, Kantor Kementerin PUPR di Jakarta.
Menurut Ning Ita panggilan akrab walikota Mojokerto, upaya ini menindaklanjuti sosialisasi rencana pembangunan IPLT di Blooto, Kec. Prajurit Kulon sekaligus mematangkan agar pembangunan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan IPLT di Kota Mojokerto segera terwujud.
Diharapkan kehadiran fasilitas IPLT nantinya dapat meningkatkan kualitas pengelolaan limbah domestik, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung terciptanya kota yang sehat, bersih, dan berkelanjutan
Ning Ita menyampaikan hingga saat ini, pihaknya senantiasa koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk mematangkan rencana pembangunan IPLT di Kota Mojokerto yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2026 hingga 2027.
Dijelaskan bahwa pembangunan IPLT merupakan program prioritas Kota Mojokerto yang direncanakan sejak awal tahun 2021/2022 dan proyek ini merupakan hadiah dari pemerintah pusat, karena di penghujung tahun 2020 waktu itu Kota Mojokerto meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award dari Kementerian Kesehatan.
“Dengan diraihnya penghargaan STBM berkelanjutan sebagai Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). Kota Mojokerto mampu membuktikan sebagai daerah yang bebas dari perilaku masyarakat yang sengaja buang air besar di sembarang tempat,”tegas Ning Ita, dikonfirmasi usai menyerahkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (BCP) kepada 3.577 masyarakat di Kelurahan Kranggan Rabu, (11/3/2026) sore.
Dijelaskan bahwa atas capaian prestasi tersebut akhirnya Kota Mojokerto ditunjuk sebagai lokasi strategis pembangunan IPLT oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2022. IPLT tersebut merupakan salah satu upaya terencana untuk meningkatkan pengolahan dan pembuangan limbah yang ramah lingkungan. Nantinya instalasi pengolahan air limbah dirancang hanya menerima dan mengolah lumpur tinja yang akan diangkut melalui mobil truk tinja.
“Dengan adanya fasilitas ini, limbah tinja yang dibawa truk tinja secara periodik akan diolah di IPLT, hasil pengolahannya aman dibuang ke saluran air dan diharapkan bisa mengurangi pencemaran air dan tanah dari bakteri ecoli,”pungkas Ning Ita.
Secara terpisah Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto Endah Supriyani dikonfirmasi saat sosialisasi di Kel, Blooto menyampaikan bahwa pembangunan IPLT menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan limbah domestik yang ramah lingkungan sekaligus memenuhi standar baku mutu pengolahan air limbah.
Dijelaskan IPLT tersebut direncanakan akan dibangun di wilayah Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Keberadaan fasilitas ini nantinya berfungsi untuk mengolah lumpur tinja yang berasal dari tangki septik rumah tangga sebelum dibuang ke lingkungan, sehingga lebih aman dan tidak menimbulkan pencemaran.
Menurut Endah Supriyani, untuk mendukung realisasi proyek tersebut, pihak dinas juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar lokasi rencana pembangunan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada warga mengenai manfaat serta dampak positif keberadaan IPLT bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, sosialisasi juga menjadi sarana bagi pemerintah untuk menampung berbagai masukan maupun aspirasi dari masyarakat terkait rencana pembangunan infrastruktur sanitasi tersebut.
Dijelaskan rencana pembangunan IPLT di Kota Mojokerto sendiri telah dipersiapkan sejak beberapa tahun terakhir, tepatnya sekitar 2021 hingga 2022. Prosesnya juga melibatkan koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui kunjungan dan pembahasan teknis bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di Tahun 2026 ini bakal mulai terealisasi.
Kepala DPUPR Perkim Kota Mojokerto menambahkan dalam perencanaannya, proyek ini diperkirakan akan menempati lahan seluas kurang lebih 4 hektare di kawasan Kelurahan Blooto, Kec. Prajuritkulon. Sedangkan untuk pendanaan pembangunan direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan estimasi nilai proyek sekitar Rp15 miliar.
“Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik IPLT di Blooto diproyeksikan mulai terlaksana secara intensif pada periode 2026 hingga 2027,” pungkas Endah Supriyani. (*)