Kediri  

Mbak Wali Ungkap Kemiskinan Turun dan PAD Kediri Lampaui Target

KEDIRI WartaTransparansi.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kota Kediri sepanjang Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Kediri, Rabu (11/3/2026). Dalam laporan tersebut, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka kemiskinan hingga realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target.

Rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Soekarno Hatta BKPSDM Kota Kediri itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali menyampaikan penjelasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di hadapan anggota dewan serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam paparannya, Mbak Wali menyebut capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kota Kediri pada 2025 secara umum berada pada kategori sangat tinggi. Berbagai program pembangunan dinilai berhasil mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Salah satu capaian yang disoroti adalah menurunnya tingkat kemiskinan. Pada 2025, angka kemiskinan di Kota Kediri tercatat sebesar 6,04 persen dengan capaian 105,40 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut Mbak Wali, penurunan angka kemiskinan tersebut tidak lepas dari berbagai program strategis yang dijalankan pemerintah daerah. Program tersebut meliputi jaminan kesehatan nasional, beasiswa pendidikan, bantuan sosial, ATM beras, hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Selain itu, pemerintah daerah juga mencatat keberhasilan dalam menjaga pemerataan pendapatan masyarakat. Indeks Gini Kota Kediri pada 2025 tercatat sebesar 0,334 dengan capaian 103,33 persen atau masuk kategori sangat tinggi.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Kediri tercatat sebesar 1,74 persen. Sementara itu, sektor nonindustri pengolahan menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 7,33 persen dengan peningkatan kontribusi sebesar 1,09 persen.

“Hal ini menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong diversifikasi ekonomi serta mengurangi ketergantungan pada sektor industri pengolahan,” imbuhnya.

Capaian positif juga terlihat pada Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kota Kediri yang mencapai angka 3,74 dengan capaian 99,73 persen atau kategori sangat tinggi. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka pada 2025 tercatat sebesar 3,76 dengan capaian 98,52 persen.

Indikator pembangunan manusia juga menunjukkan peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri tercatat mencapai 82,71 atau 99,93 persen dari target yang ditetapkan. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh dimensi pembangunan manusia, terutama pada aspek standar hidup layak dan kesehatan.

Dalam aspek tata kelola pemerintahan, Mbak Wali menyampaikan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada 2025 mencapai 74,14 dengan capaian 101,58 persen. Sementara itu, Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tercatat sebesar 70,98 atau 114,48 persen dari target.

Dari sisi lingkungan, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kota Kediri tercatat sebesar 63,26 dengan capaian 90,64 persen dan tetap berada dalam kategori sangat tinggi. Nilai tersebut merupakan hasil pengukuran dari tiga komponen utama, yakni Indeks Kualitas Air, Indeks Kualitas Udara, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan.

Di bidang kebencanaan, Mbak Wali menyampaikan Indeks Risiko Bencana Kota Kediri pada 2025 tercatat sebesar 75,10 dengan capaian 94,97 persen.

“Capaian tersebut menunjukkan kinerja penanggulangan risiko bencana yang sangat baik,” imbuhnya.

Dalam laporan keuangan daerah, Pemkot Kediri juga mencatat realisasi pendapatan daerah yang melampaui target. Pada 2025, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,52 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,56 triliun atau mencapai 102,55 persen.

Sementara itu, realisasi PAD Kota Kediri juga melampaui target. Dari target sebesar Rp446,87 miliar, realisasi PAD mencapai Rp466,34 miliar atau sebesar 104,36 persen.

Adapun pendapatan transfer ditargetkan sebesar Rp1,07 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,09 triliun atau 101,80 persen.

Pada sisi belanja daerah, Pemkot Kediri menganggarkan Rp1,86 triliun dan terealisasi sebesar Rp1,50 triliun atau 80,56 persen. Realisasi tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1,30 triliun, belanja modal Rp192,81 miliar, serta belanja tidak terduga sebesar Rp6,16 miliar.

Dari realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah tersebut, diperoleh Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun berjalan (unaudited) sebesar Rp401,08 miliar.

Mbak Wali berharap laporan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh Anggota DPRD Kota Kediri atas dukungan, kerja sama, serta partisipasi yang telah terjalin selama ini. Insya Allah, kolaborasi yang baik ini akan terus menjadi fondasi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan