KEDIRI WartaTransparansi.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Kediri dan Bank Indonesia untuk memperkuat ketangguhan serta kemandirian ekonomi daerah. Hal tersebut disampaikan usai mengikuti pemaparan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 yang disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara daring, Rabu (28/1/2026).
Menurut Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim, pesan utama dari LPI BI 2025 adalah perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kota Kediri, kata dia, terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketangguhan ekonomi, salah satunya dengan menjaga stabilitas harga agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, Pemkot Kediri juga memperkuat kemandirian di sektor pertanian melalui pemberian alat dan mesin pertanian kepada petani guna meningkatkan produktivitas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menopang ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Gus Qowim menyebut Pemkot Kediri melakukan penataan secara adil disertai pendampingan agar pelaku usaha dapat tumbuh dan berdaya saing. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan sentra UMKM di Pasar Banjaran.
“Harapannya UMKM di Kota Kediri dapat tumbuh maksimal dan mampu menembus pasar ekspor. Saat ini sudah ada beberapa UMKM yang berhasil melakukan ekspor,” ujar Gus Qowim.
Ia menambahkan, penguatan UMKM diyakini akan menjadi penggerak munculnya tarikan ekonomi baru di Kota Kediri. Keberadaan sentra UMKM diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan secara langsung.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, Pemkot Kediri juga memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia, terutama dalam pengendalian dan pemantauan arus barang masuk ke wilayah Kota Kediri guna menekan laju inflasi. “Dengan inflasi yang terjaga, harga menjadi stabil sehingga menguntungkan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat mengatakan prospek perekonomian wilayah Kediri menunjukkan tren perbaikan. Sejumlah indikator ekonomi, seperti Survei Konsumen dan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), menunjukkan peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.
Menurut Yayat, meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kondisi ekonomi perlu diimbangi dengan realisasi program pembangunan yang nyata dari pemerintah daerah. Ia menilai momentum awal tahun, ditambah masuknya bulan Ramadan lebih awal, harus dimanfaatkan dengan percepatan pelaksanaan program pembangunan.
Bank Indonesia, lanjut Yayat, terus bersinergi dengan pemerintah daerah melalui berbagai program, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi sistem pembayaran, pengendalian inflasi, hingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Seluruh program tersebut, menurut dia, membutuhkan kolaborasi yang erat agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kediri, kepala organisasi perangkat daerah terkait, akademisi, serta perwakilan BUMD.(*)











