KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota Kediri meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semampir 2 Yayasan Kemala Bhayangkari di Jalan Mayor Bismo. Peresmian ini menjadi bagian dari dukungan Pemkot Kediri terhadap program penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas bagi peserta didik serta kelompok rentan.
SPPG Semampir 2 akan menyalurkan paket makanan bergizi ke 17 satuan pendidikan dan kelompok rentan yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Total penerima manfaat program ini mencapai 2.477 orang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Kediri, Syamsul Bahri, mengapresiasi kehadiran SPPG Semampir 2 Yayasan Kemala Bhayangkari. Menurutnya, keberadaan SPPG ini semakin memperkuat layanan pemenuhan gizi di Kota Kediri, setelah beberapa pekan sebelumnya SPPG Semampir 1 juga diresmikan.
“Program strategis seperti SPPG tidak bisa berdiri sendiri, melainkan tumbuh dari kerja kolektif lintas sektor. Saya menitipkan harapan besar kepada seluruh pengelola dan tenaga gizi yang bertugas. Pastikan setiap proses berjalan sesuai standar, mulai dari pengolahan hingga pendistribusian, sehingga makanan yang dihasilkan benar-benar aman, sehat dan memenuhi ketentuan Badan Gizi Nasional,” terangnya, Senin 19 Januari 2026.
Syamsul menegaskan, selaras dengan visi Kota Kediri Mapan, keberadaan SPPG Semampir 2 berperan penting dalam mendukung kualitas kecerdasan dan daya saing generasi muda.
“Penerima manfaat dari SPPG ini adalah mereka yang paling menentukan masa depan kita, yaitu anak-anak yang duduk di bangku PAUD, TK, SD, hingga SMP. Dari dapur inilah kualitas kesehatan, dan daya saing generasi kita mulai dibangun,” terangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan SPPG tidak diukur dari banyaknya porsi makanan yang diproduksi, melainkan dari kualitas gizi yang terkandung di dalamnya.
“Saya berharap SPPG Semampir 2 dapat menjadi contoh praktik pelayanan gizi yang baik. Bahwa kepedulian terhadap pemenuhan gizi masyarakat dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Mari kita rawat dan jaga bersama, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima manfaat,” pesannya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi, Syamsul juga berharap keberadaan SPPG dapat memberikan efek ekonomi bagi lingkungan sekitar. “Libatkan petani, peternak, dan pelaku UMKM Kota Kediri sebagai bagian dari rantai pasok. Dengan cara ini, pelayanan gizi berjalan optimal, roda ekonomi lokal bergerak, dan manfaat program dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa Yayasan Kemala Bhayangkari telah membangun dua SPPG di Kelurahan Semampir sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait makan bergizi gratis. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi anak, menyiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berakhlak, serta menekan angka stunting.
SPPG Semampir 2 Yayasan Kemala Bhayangkari telah mulai beroperasi sejak 12 Januari 2026 sebelum diresmikan secara resmi. “Terkait kelengkapan sertifikasi, dll prosesnya bertahap dan sudah kita ajukan sejak awal proses pembangunan dan saat ini tinggal menunggu pengecekan dari dinas terkait untuk kelayakan, termasuk sertifikasi halal,” jelasnya.
SPPG ini berdiri di atas lahan seluas 718 meter persegi dan dirancang sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam operasionalnya, SPPG Semampir 2 merekrut satu kepala SPPG, satu petugas layanan operasional gizi, satu petugas layanan operasional keuangan, serta 40 relawan. “Mereka siap memastikan bahwa tiap penyediaan dan pendistribusian makanan bergizi dilakukan sesuai standar kesehatan dan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
AKBP Anggi Saputra Ibrahim berharap kehadiran SPPG Semampir 2 dapat memperkuat sistem kesehatan gizi yang terpadu dan berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat Kota Kediri.
Peresmian SPPG Semampir 2 turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, perwakilan DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, serta perwakilan 17 sekolah penerima manfaat.(*)











