Dishub Kota Kediri Perketat Inspeksi Keselamatan Angkutan Jelang Nataru

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri memperketat pengawasan keselamatan angkutan umum menjelang meningkatnya mobilitas akhir tahun di Terminal Tamanan, Senin (8/12/2025).

Dishub melakukan inspeksi menyeluruh atau ramcheck terhadap angkutan kota hingga antarkota di Terminal Tipe A Tamanan. Pemeriksaan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu digelar bersama kepolisian, Denpom, BNN, Jasa Raharja, UPT Terminal, UPT P3 Dishub Provinsi Jawa Timur, dan Dinas kesehatan Kota Kediri sebagai upaya awal memastikan kelayakan armada menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin Y., S.STP, MM, menyampaikan bahwa seluruh armada wajib memenuhi standar keselamatan sebelum melayani masyarakat. “Kami berharap temuan-temuan bisa minimal, terutama kaitannya dengan kelayakan kendaraan. Semuanya harus lulus, termasuk uji KIR, kondisi rem, dan kenyamanan kendaraan harus sesuai standarnya,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas memeriksa sistem pengereman, lampu utama, lampu sein, ban, wiper, kaca depan, sabuk keselamatan, serta kondisi bodi kendaraan. Administrasi seperti SIM, STNK, trayek, dan bukti uji KIR juga diverifikasi. Dalam kegiatan ini petugas Dishub l akan mencatat beberapa kendaraan yang memerlukan perbaikan, dan sejumlah pengemudi diminta memperbaiki komponen tertentu sebelum diperbolehkan kembali mengangkut penumpang.

Selain kondisi teknis kendaraan, Dishub turut memprioritaskan kesehatan dan kesiapan sopir sebagai faktor penting keselamatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis untuk memastikan sopir dalam keadaan bugar.

“Kami mengingatkan sopir agar mematuhi aturan berkendara, tidak ngebut, dan tidak memaksakan kondisi tubuh. Pengemudi adalah kunci keselamatan di jalan,” ujar Cholis.

Menurut Cholis, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat signifikan mulai pertengahan Desember. Karena itu Dishub menilai kesiapan angkutan umum harus dipastikan sejak dini untuk mencegah potensi kecelakaan akibat kelalaian teknis maupun kondisi fisik pengemudi.

“Kami tidak ingin kecolongan. Sebelum aktivitas warga meningkat, kendaraan harus dipastikan aman,” katanya.

Dishub menyiapkan sejumlah langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran. Armada yang dinilai tidak layak jalan akan langsung diberhentikan dari operasi.

“Apabila kendaraannya sangat tidak layak, pasti akan kami berhentikan,” tegasnya.

Terakhir Cholis mengatakan untuk kekurangan minor, pengemudi atau perusahaan diwajibkan melakukan perbaikan cepat. Sementara bagi sopir yang tidak sehat, Dishub meminta agar langsung beristirahat atau digantikan sopir cadangan.

Petugas Dishub dan tenaga medis memeriksa kesehatan sopir angkutan umum dalam kegiatan ramcheck Nataru 2025 di Kota Kediri.
Tim medis bersama Dishub Kota Kediri memeriksa kesehatan sopir angkutan umum sebagai bagian dari rangkaian ramcheck menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026.(Foto: Moch Abi Madyan)

“Bagi pengemudi yang ditemukan kurang sehat, Dishub akan menyarankan untuk segera istirahat atau digantikan dengan sopir cadangan demi menjamin keselamatan penumpang,” tutup Cholis.

Inspeksi keselamatan ini menjadi bagian dari pemeriksaan rutin yang intensitasnya ditingkatkan jelang Nataru. Dishub berharap langkah tersebut mampu menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas insiden, sekaligus memastikan transportasi publik di Kota Kediri tetap tertib dan berstandar tinggi.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan