Kediri  

Dukung D’CITO, Satgas PPA Kecamatan Pesantren Gelar Wisata Sekolah dan Edukasi Anti-Perundungan

Siswa SD mengikuti program wisata sekolah dan edukasi anti-perundungan bersama Satgas PPA Kecamatan Pesantren di SMP Negeri 1 Kota Kediri.
Sejumlah siswa SD mengikuti program wisata sekolah dan edukasi anti-perundungan yang digelar Satgas PPA Kecamatan Pesantren saat mengunjungi SMP Negeri 1 Kota Kediri. (Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menggelar program wisata sekolah sekaligus edukasi anti-perundungan dengan menyasar sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri di Kota Kediri, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dukungan terhadap program D’CITO milik Pemerintah Kota Kediri sekaligus upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak.

Program yang dikemas melalui roadshow pendidikan itu melibatkan siswa kelas 5 SD untuk diajak mengenal lingkungan sekolah lanjutan sejak dini. Selain memperkenalkan dunia SMP, para siswa juga mendapatkan edukasi tentang pentingnya mencegah praktik perundungan di lingkungan sekolah.

Perwakilan Satgas PPA Kecamatan Pesantren, Wiwik Widayanti, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan pilot project untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai jenjang pendidikan SMP.

“Tujuannya mengenalkan anak-anak, khususnya kelas 5, untuk memberikan gambaran mengenai jenjang pendidikan SMP. Harapannya, mereka punya gambaran mengenai sekolah yang dituju dan nantinya setelah sukses bisa kembali ke kota ini untuk membangun kotanya lagi,” ujar Wiwik.

Menurut dia, program wisata sekolah itu tidak hanya memperkenalkan fasilitas dan suasana belajar di sekolah unggulan Kota Kediri, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap kota sejak dini. Hal itu selaras dengan program D’CITO yang menjadi bagian dari visi Kota Kediri MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni).

Satgas PPA Kecamatan Pesantren melibatkan siswa dari SD Negeri Tosaren 1 dan SD Negeri Singonegaran 3 dalam kegiatan tersebut. Tercatat, sebanyak 17 siswa dari SDN Tosaren 1 dan 25 siswa dari SDN Singonegaran 3 ikut berpartisipasi.

Agenda roadshow dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan dua tim pendamping. Tim pertama didampingi Wiwik Widayanti bersama PPA Tosaren, sedangkan tim kedua dipimpin Asiati bersama PPA Singonegaran.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke sejumlah sekolah di Kota Kediri, yakni SMP Negeri 5, SMP Negeri 9, SMP Negeri 7, MTs Negeri 2, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, dan berakhir di SMP Negeri 1.

Wiwik menjelaskan, program tersebut menyasar tujuh sekolah negeri dan madrasah untuk mengenalkan beragam sekolah unggulan kepada para siswa.

Selain mengenalkan sekolah lanjutan, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan bebas dari tindakan bullying. Dalam setiap kunjungan, tim PPA berdialog langsung dengan siswa maupun pihak sekolah mengenai sekolah ramah anak.

Masih kata Wiwik. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas. Ia juga berharap adanya dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kediri agar program kerja nyata Satgas PPA terus berkembang dan memberikan manfaat bagi anak-anak serta perempuan di Kota Kediri.

“Kami berharap PPA bisa bersinergi dengan Pemkot untuk menindaklanjuti program kerja nyata yang bermanfaat bagi anak dan perempuan,” ungkapnya.

Peserta program wisata sekolah berjalan menyusuri lorong SMP Negeri 1 Kota Kediri bersama pendamping siswa.
Suasana kegiatan wisata sekolah dan edukasi anti-perundungan di SMP Negeri 1 Kota Kediri yang diikuti siswa SD dari Kecamatan Pesantren.(Foto: Moch Abi Madyan).

Salah satu kunjungan dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Kediri. Kepala SMP Negeri 1 Kota Kediri, Satriyani Widyawati Rahayu, menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memperluas wawasan siswa terkait program pendidikan Pemerintah Kota Kediri.

“Tujuannya agar anak didik memiliki pandangan yang luas, terutama terkait program sekolah dan Pemkot Kediri di bidang wisata pendidikan. Kami ingin anak-anak mendapatkan pendampingan yang holistik,” ujarnya.

Satriyani menjelaskan, SMP Negeri 1 Kota Kediri saat ini memiliki 16 branding unggulan, mulai dari sekolah Adiwiyata nasional hingga sekolah moderasi beragama yang menanamkan nilai toleransi antarumat beragama.

Menurut Satriyani, guru saat ini tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang memahami kondisi psikologis siswa agar tercipta lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

“Guru harus siap mendampingi anak didik dengan keramahan. Memahami kondisi perkembangan psikologis anak adalah kunci untuk menyiapkan mereka menjadi generasi sukses di masa depan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan