Pastikan Belanja Aman Jelang Nataru Wali Kota Bersama Tim KPPOM Sidak Mamin di Swalayan

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Pemkot Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kota Mojokerto melakukan sidak (inspeksi mendadak) di toko swalayan yang menyebar di kota Mojokerto. Langkah ini untuk memastikan memberi rasa aman bagi warga (konsumen) yang hendak belanja makanan dan minuman yang beredar dipasaran menjelang perayaan Natal dan liburan tahun baru.

Pantauan dilokasi Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari dan Plt. Kadinkes-P2KB,  Hesti Puspasari bersama  Tim KPPOM (Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat, Makanan, mengunjungi swalayan Mini Market Sanrio di Jl. Bhayangkara dan berpindah di swalayan Superindo, melakukan inspeksi jenis produk makanan dan minuman (mamin) yang di jual di swalayan tersebut.

Pada pemeriksaan sejumlah produk makanan di swalayan,  salah satunya di Super Indo, Tim KPPOM  yang dipimpin langsung Walikota Mojokerto menemukan beberapa produk pangan yang perlu mendapat perhatian.

Ning Ita, walikota Mojokerto  menyampaikan bahwa pihaknya mendapati ikan beku (frozen) impor yang tidak memiliki izin edar. “Kalau di Super Indo tadi, kita temukan ikan frozen yang tidak ada izin edarnya dan itu kebetulan impor,” jelas Ning Ita.

Dengan adanya temuan ini, Ning Ita mengingatkan masyarakat agar lebih teliti ketika membeli produk pangan, terutama yang berasal dari luar negeri.

“Memang yang harus kita waspadai bersama adalah makanan-makanan yang diimpor. Harus teliti betul masyarakat ketika saat mau membeli produk mamin asal luar negeri” pesan Ning Ita mengingatkan warganya.

Masih katanya  untuk  izin dan pengendalian itu ada di Kementerian. Pemerintah Daerah tidak punya kewenangan disitu.

“Cuma sidak seperti ini menjadi tanggung jawab kami khususnya menjelang hari-hari besar. Seperti sekarang menjelang hari besar natal dan tahun baru 2026. Biasanya kebutuhan masyarakat untuk membeli parsel meningkat. Makanya hari ini kita pastikan semuanya harus aman dan jangan sampai ada kasus keracunan,”pungkas Walikota Mojokerto.

Pada sidak kali  ini Tim KPPOM juga melakukan uji lab sederhana terhadap beberapa sampel makanan, mulai dari makanan dan minuman dalam kemasan, produk daging olahan dan ikan segar.

“Uji lab keamanan pangan itu berbeda-beda untuk jenis makanannya. Bahan-bahan yang harus dipastikan keamanannya, tidak mengandung bahan berbahaya dan kandungannya tidak boleh melebihi dari kadar yang sudah ditetapkan oleh BPOM yang meliputi pengawet, pewarna, perisa,” terang Winarsih, Perwakilan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya, yang turut mendampingi proses sidak

Winarsih menegaskan,  pada proses sidak tersebut selain ditemukan ikan frozen yang tidak ada izin edarnya, Tim KPPOM juga menemukan produk dengan kemasan penyok

“Sudah kami sampaikan ke pelaku usaha untuk diturunkan dari etalase. Kemasan penyok itu berpotensi terjadi kontaminasi atau kebocoran,” pungkas Winarsih yang juga memastikan bahwa secara legalitas, produk pangan olahan yang diperiksa telah mengantongi izin edar BPOM.

Secara terpisah, Plt. Kadinkes-P2KB, Hesti Puspasari menambahkan pelaksanaan sidak kali ini selain bisa mengetahui bersama-sama kandungan makanan yang diuji dengan lab yang dipersiapkan Tim KPPOM dari Surabaya.

“Sekarang sedang kita uji bersama-sama kandungan makanannya. Semoga aman. Memang yang harus kita waspadai bersama adalah makanan-makanan yang diimport. Harus diteliti betul saat masyarakat mau membeli. Jangan sampai disitu makanannya belum bisa dipastikan aman karena tidak ada izin edarnya,”jelas Plt. Kadinkes-P2KB, Hesti Puspasari, dikonfirmasi usai sidak, Rabu (3/12/2025)

Kadinkes-P2KB  menambahkan usai proses sidak di Superindo, terkait kemasan yang rusak mengingatkan pihak penjual agar produk tersebut disisihkan dari rak display penjualan supaya aman dan tidak dipilih oleh masyarakat.

“Fokus Tim KPPOM  menguji kandungan makanan dan minumannya. Baik itu pewarnanya, pengawetnya, pemanisnya, dan perisanya harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan BPOM,”pungkas Hesti Puspasari

Secara terpisah,  Store Leader Superindo Bhayangkara Kota Mojokerto, Netina Yundawati menjelaskan, ke depannya pihaknya mamastikan temuan produk makanan tanpa izin edar tidak terulang.

“Sebenarnya apapun yang masuk Superindo sudah sesuai aturan yang berlaku. Kami akan koordinasikan temuan ini kepada supplier kami,”tukasnya. (gia/Adv)

 

Penulis: Gatot Sugianto