MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) –Pj. Ali Kuncoro mengajak warga kota Mojokerto patuh dan disiplin dalam berlalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M. Pasalnya mulai hari ini (5/3) sampai (17/3/2024) Tim Gabungan mulai melaksanakan Operasi Keselamatan Semeru 2024.
Pj Wali kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro mengingatkan warganya agar senantiasa disiplin, tidak melanggar peraturan lalu lintas yang ada. Hal itu, demi mewujudkan berkendara yang aman dan menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Tolong ini dipatuhi. Mari kita biasakan tertib berlalu lintas. Ini juga demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Mari saling menghormati hak pengguna jalan lainnya,”ujar sosok yang akrab disapa Mas Pj ini.
Adapun 8 target prioritas pelanggaran lalu lintas dalam operasi ini antara lain: 1. berkendara melebihi batas kecepatan dan balap liar; 2. pengemudi masih dibawah umur; 3. berkendara dibawah pengaruh alkohol/ mabuk; 4. pengendara yang menggunakan hp; 5. pengendara motor yang tidak memakai helm; 6. pengendara mobil tidak menggunakan safety belt; 7. kendaraan yang tidak sesuai spektek/knalpot brong; dan 8. pengendara dengan konvoi dan arak – arakan.
“Memakai helm, memasang sabuk pengaman, tidak menggunakan HP, tidak melawan arus, ini adalah beberapa contoh kepatuhan yang terkesan sederhana. Tapi berperan cukup signifikan dalam mencegah kecelakaan lalu lintas,” kata Mas Pj.
Masih penjelasan Ali Kuncoro, Kapolda Jawa Timur telah menginstruksikan Operasi Keselamatan Semeru 2024 dilakukan secara serempak di Jawa Timur. Sedangkan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Kewilayahan Keselamatan Semeru 2024 di kota Mojokerto dilaksanakan di Lapangan Patih Gajah Mada Polres Mojokerto Kota.
Dijelaskan jumlah pelanggaran lalu lintas di Jawa Timur pada tahun 2023 mengalami kenaikan signifikan sebesar 13,8% dibanding tahun sebelumnya. Dari beragam jenis pelanggaran, terbanyak adalah pelanggar tidak memakai helm yaitu 14. 292 dan 719 pelanggar melakukan perbuatan melawan arah.
Bahkan, juga disebutkan berdasarkan WHO (World Health Organization), sekitar 1,35 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Karenanya, melalui operasi ini juga diharapkan dapat menekan angkan kecelakaan lalu lintas.
“Semoga melalui pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2024, angka kecelakaan lantas dan pelanggaran lalu lintas di Kota Mojokerto dapat menurun secara signifikan,” pungkas Mas Pj. (*)

