banner 400x130

Ketua DPD SWI Magetan Desak BBWS Solo Perbaiki Pondasi Sungai Gandong

Ket photo: Ketua DPD SWI Magetan Supri Joyo Saat di Sungai Gandong bersama warga

MAGETAN – Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait pengikisan dasar pondasi sungai, Ketua DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Magetan, Supri Joyo, turun langsung ke lokasi Sungai Gandong, tepatnya di Jalan Jambu, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, untuk melihat kondisi kerusakan yang dikeluhkan warga.

Kedatangan Supri Joyo tersebut sebagai bentuk respons atas laporan masyarakat yang khawatir pengikisan pondasi sungai semakin parah dan mengancam permukiman di sekitarnya.

“Ini untuk memastikan keluhan masyarakat,” kata Supri Joyo saat berada di lokasi.

Dalam kesempatan itu, Supri Joyo juga menghubungi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan melalui bidang Sumber Daya Air (SDA), Yuli K. Iswahyudi, guna memastikan kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan Sungai Gandong.

Dari hasil komunikasi tersebut, pihak SDA menyampaikan bahwa pengelolaan sungai tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Solo.

“Dari SDA mendapat jawaban ternyata ini menjadi kewenangan BBWS Solo,” ungkap Supri Joyo.

Atas kondisi tersebut, Ketua DPD SWI Magetan mendesak BBWS Solo segera melakukan peninjauan dan perbaikan secara permanen. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan semakin meluas, sekaligus mengantisipasi potensi longsor yang dapat membahayakan warga.

Sementara itu, Gunawan, warga RT 1 RW 11 Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, yang rumahnya berdekatan dengan Sungai Gandong, mengungkapkan bahwa pengikisan pondasi sungai tersebut sudah berlangsung hampir tiga tahun. Namun, hingga kini belum ada perbaikan.

“Sudah hampir tiga tahun belum ada perbaikan. Lama-lama bisa membahayakan warga sekitar,” ujar Gunawan.

Ia khawatir kondisi tersebut semakin memburuk, terlebih menjelang musim hujan. Debit air yang meningkat dikhawatirkan mempercepat pengikisan hingga menyebabkan pondasi sungai ambrol dan berdampak pada keselamatan warga maupun bangunan di sekitarnya.

Warga berharap BBWS Solo segera turun ke lapangan dan mengambil langkah penanganan konkret sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih besar. (*)

Penulis: Rudy Ardi