banner 400x130

Khofifah Dorong Produk Jatim Masuk Rantai Pasok Haji Saudi

JEDDAH — Pemerintah Provinsi Jawa Timur membidik pasar jemaah haji dan umrah di Arab Saudi dengan mendorong produk pangan, makanan olahan, hingga komoditas perikanan daerah masuk dalam rantai pasok kebutuhan di Tanah Suci.

Langkah tersebut dibahas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan courtesy call dengan Konsul Jenderal RI di Jeddah Sugiri Suparwan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Kamis (24/9). Pertemuan menjadi bagian dari rangkaian misi dagang Jatim untuk memperkuat akses pasar global.

Khofifah mengatakan, Arab Saudi merupakan pasar strategis bagi Jawa Timur. Tingginya mobilitas jemaah haji dan umrah Indonesia dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha Jatim untuk memperluas pasar secara berkelanjutan

“Kebutuhan logistik jemaah haji dan umrah sangat besar, dan Jawa Timur siap mengisi rantai pasok tersebut,” kata Khofifah.

Ia menyebut saat ini tiga pelaku usaha asal Jawa Timur telah memasok produk makanan siap santap atau ready-to-eat untuk kebutuhan jemaah haji. Pemprov Jatim mendorong agar akses tersebut diperluas sehingga produk daerah juga dapat memenuhi kebutuhan jemaah umrah.

Selain makanan olahan, peluang ekspor juga dibidik dari sektor perikanan. Salah satunya tuna sirip kuning dari Sendang Biru, Kabupaten Malang. Sementara industri pengolahan dan pengalengan ikan di Banyuwangi dinilai telah memiliki pengalaman menembus pasar ekspor.

Khofifah juga menyoroti penguatan layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur. Menurutnya, kemudahan transaksi dan pengiriman uang menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan PMI dan keluarganya.

Aplikasi JConnect Mobile milik Bank Jatim, kata Khofifah, telah dapat digunakan untuk transaksi di luar negeri, termasuk Arab Saudi, dengan kartu SIM lokal. Bank Jatim juga menyiapkan layanan bagi PMI bersama Muslimat NU, sedangkan BPR Jatim menyiapkan pembiayaan ultra mikro bagi PMI yang kembali ke Indonesia.

Di sektor investasi, Khofifah mendorong diversifikasi investasi Arab Saudi di Jawa Timur, termasuk peluang di bidang energi baru terbarukan. Sementara sektor pendidikan diperkuat melalui program ADEM Diaspora. Tahun ini, Pemprov Jatim menerima 129 anak PMI dari lima titik untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Timur.

Konjen RI Jeddah Sugiri Suparwan menyatakan KJRI siap menjembatani pelaku usaha Jatim dengan mitra bisnis Arab Saudi. Ia menyebut sekitar dua juta jemaah umrah dan lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia datang ke Arab Saudi setiap tahun.

KJRI juga mendorong Jatim membuka paviliun pada Trade Expo Indonesia, 14 Oktober mendatang. Puluhan pengusaha Arab Saudi dijadwalkan hadir untuk bertemu langsung dengan pelaku usaha Indonesia. (*)

Penulis: Amin Istighfarin