banner 400x130

Indonesia Perkuat Perdagangan Digital dan KEK di Forum Global

HANGZHOU – Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan digital dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan Tiongkok melalui gelaran Global Digital Trade Expo (GDTE) ke-5 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, 23-27 September 2026.

Indonesia tampil sebagai Negara Kehormatan dalam forum bertema “Meet the AI Future at GDTE” tersebut. Delegasi Indonesia berasal dari Digital Transformation Indonesia (DTI Community), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Smart City, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), serta Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO).

Forum yang dibuka Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang itu mempertemukan peserta dari 121 negara. Kehadiran Indonesia menjadi momentum untuk memperluas kerja sama teknologi kecerdasan artifisial (A), perdagangan digital, investasi, serta pengembangan talenta digital.

Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, mewakili Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, menyampaikan sejumlah peluang kerja sama Indonesia-Tiongkok, termasuk pengembangan talenta dan ekonomi digital.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan bagi institusi pemerintah, pemanfaatan AI berbasis open source, pertukaran praktik terbaik, serta peluang pembangunan pusat data oleh perusahaan teknologi asal Hangzhou di Indonesia.

Dalam BRICS Special Economic Zones Hangzhou Dialogue, Ali yang juga menjabat Plt Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK mengusulkan lima agenda untuk memperkuat kerja sama KEK negara-negara BRICS.

Kelima agenda itu meliputi koridor investasi hijau dan digital BRICS, pertukaran regulasi dan pengetahuan tahunan, platform fasilitasi investasi, jejaring pengembangan talenta, serta penguatan kerja sama sektor keuangan dan konektivitas pembayaran digital.

Pada forum tersebut juga diumumkan kerja sama antara Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Hangzhou Economic and Technological Development Area (HEDA).

Sementara dalam sesi Silk Road E-commerce Day, Indonesia mengusulkan empat inisiatif kepada Tiongkok, termasuk proyek percontohan investasi AI, pelatihan bagi 5.000 talenta AI Indonesia, proyek inovasi AI di salah satu KEK, serta kemitraan kawasan kembar antara KEK Qiantang dan KEK Digital Serpong.

Kerja sama investasi juga menguat melalui China Indonesia Industrial Development Exchange Conference pada 23 September 2026. Kegiatan business matching tersebut menghasilkan delapan nota kesepahaman (MoU) dengan nilai investasi diperkirakan mencapai USD400 juta.

Delapan MoU mencakup sektor energi baru, konstruksi, pelatihan kewirausahaan, konektivitas industri, peralatan cerdas, layanan keuangan, serta rencana joint venture di bidang infrastruktur digital, data, konektivitas generasi mendatang, telekomunikasi, komunikasi satelit, dan pusat data.

Penguatan kerja sama tersebut menjadi tindak lanjut MoU kerja sama perdagangan elektronik Indonesia-Tiongkok yang ditandatangani pada 8 September 2023, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi digital dan investasi berbasis teknologi di kawasan.

(din/ais)