SURABAYA — Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Richie Duta Richardo, mengawali kiprahnya di Polytron Surabaya International Challenge 2026 dengan kemenangan meyakinkan.
Richie yang menjadi unggulan pertama berhasil menundukkan wakil Malaysia, Raghavendra Hari, dalam pertandingan babak 64 besar di Surabaya, Selasa (22/9/2026). Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-8, 21-11.
Meski mampu mengamankan kemenangan dengan cukup nyaman, Richie mengaku masih membutuhkan penyesuaian dengan kondisi lapangan di GOR Sudirman, Surabaya. Menurutnya, karakter lapangan di turnamen ini berbeda dibandingkan Polytron Pontianak International Challenge yang sebelumnya ia ikuti.
“Yang pasti saya bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa ada cedera apa pun. Kondisi lapangan di sini berbeda dengan di Polytron Pontianak, mulai dari angin sampai bolanya, jadi saya masih harus melakukan penyesuaian karena baru pertama bermain di sini,” ujar Richie.
Selain kondisi lapangan, cuaca panas di Surabaya juga menjadi perhatian Richie. Ia menyadari faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik selama menjalani rangkaian pertandingan.
Karena itu, menjaga pemulihan menjadi salah satu hal yang akan diperhatikannya sepanjang turnamen. Richie juga memilih untuk tidak terlalu memikirkan lawan yang mungkin dihadapinya di babak-babak berikutnya.
“Kalau cuaca di sini cukup panas, jadi recovery harus dijaga. Untuk persiapan pertandingan, kembali lagi ke diri sendiri. Harus fokus satu per satu pertandingan dan tidak perlu berpikir terlalu jauh,” katanya.
Sejauh ini, Richie belum menentukan nama lawan tertentu yang dianggap paling perlu diwaspadai. Ia memilih berkonsentrasi pada setiap pertandingan yang dijalani.
Bagi Richie, laga pertamanya juga memberikan sejumlah bahan evaluasi. Ia menilai permainan masih perlu ditingkatkan, terutama dalam hal kecepatan sejak awal pertandingan.
“Evaluasinya, saya harus bermain lebih cepat lagi karena tadi di awal sempat belum mendapatkan hawa permainannya,” ucapnya.
Sebagai unggulan pertama, Richie tidak menutupi ambisinya di Polytron Surabaya International Challenge 2026. Setelah melewati rintangan pertama, ia membidik hasil maksimal hingga akhir turnamen.
“Targetnya pasti mau juara,” tegas Richie.
Kemenangan atas Raghavendra Hari sekaligus menjadi modal awal bagi Richie untuk melangkah ke babak berikutnya. Dengan format pertandingan yang berlangsung hingga 27 September 2026, ia masih memiliki sejumlah laga yang harus dilewati untuk mewujudkan target tersebut. (*)







