MAGETAN – Kekurangan pupuk subsidi kembali menghantui para petani di Kabupaten Magetan. Dimusim pemupukan kedua tanaman jagung dan sebagian kecil padi pada Musim Tanam (MT) 3, tahun 2026, para petani justru kesulitan mendapatkan pasokan pupuk subsidi yang sangat dibutuhkan.
Dimyati, salah seorang petani dari Desa Banjar Panjang, Dukuh Pulutan, Kecamatan Ngariboyo, menceritakan betapa sulitnya mencari pupuk subsidi sejak pagi hari.
”Tadi terpaksa nyari pupuk sampai kecamatan Ngariboyo, di beberapa kios pupuk nggak ada. Kalaupun ada di kios pupuk itu, pupuk subsidi jatahnya desa setempat, bukan untuk kelompok tani desa lain,” ujar Dimyati, Kamis.
Kendala yang dirasakan bukan hanya soal stok yang kosong. Di sejumlah kios resmi yang justru memiliki barang, petani dari luar wilayah kelompok tani setempat dilarang membeli. Padahal di kelompok tani wilayahnya sendiri, stok pupuk sudah habis terdistribusi.
”Saya heran, kios ini maunya apa. Papan kios ada barang, dibeli kok ndak boleh? Padahal kan stok pupuk di kelompok tani sudah habis, sudah terambil semua,” keluhnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, Dirinya belum berhasil mendapatkan pupuk yang dibutuhkannya. Ia berencana mencari hingga ke kecamatan lain, bahkan kabupaten lain, dan kemungkinan besar harus membeli pupuk nonsubsidi dengan harga yang dua kali jauh lebih mahal .
Para petani di wilayah Kecamatan Ngariboyo dan sekitarnya berharap pemerintah segera mengatasi persoalan distribusi pupuk subsidi agar tidak terlambat melakukan pemupukan kedua, yang dikhawatirkan akan berdampak langsung pada penurunan hasil panen nantinya.
Bila ada indikasi permainan dalam tata kelola pupuk ini menghabat program strategis Nasional ketahan pangan, berharap ada tindakan tegas bagi yg menyalanggunakan dan memainkan penderitaan Petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Magetan, Ir.Uswatul Chasanah melalui Kabid Sarana prasarana Edy Utomo menyampaikan bahwa pupuk bersubsidi untuk musim tanam (MT) 3, tahun 2026 ini memang belum didistribusikan ke para petani.
“MT 3 memang belum. Ini saja yang MT 2 masih ada beberapa yang belum selesai didistribusikan,” ujar Edy Utomo Jumat (28/8/2026).
Dijelaskanpupuk bersubsidi untuk MT 3 tahun ini baru mulai didistribusikan kepada para petani pada bulan September nanti. Edy menjamin semua petani yang terdaftar di RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) akan mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Jadi gini, petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi itu adalah petani yang terdaftar di sistem e-RDKK,” Pungkasnya. (*)







