banner 400x130

Jejak-Jejak yang Belum Terjawab di Balik Kematian Sutrimo

Ilhutrasi : Misteri Kematian Sutrimo

Kematian Sutrimo, Kepala Rumah Tangga (Karumga) yang pernah bertugas mendampingi eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, menyisakan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kematiannya. Di sisi lain, sejumlah fakta yang terungkap justru memunculkan tanda tanya baru yang terus mengemuka.

Bagi keluarga, kehilangan itu bukan sekadar kabar duka. Ada rangkaian peristiwa yang mereka nilai janggal sejak detik-detik terakhir kehidupan Sutrimo hingga jenazah tiba di rumah sakit.

Keluhan Terakhir yang Berujung Misteri

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sutrimo dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 23 Juli 2026. Beberapa jam sebelumnya, ia masih sempat menghubungi kerabat dan mengeluhkan kondisi kesehatannya.

Namun, setelah komunikasi itu terputus, kronologi berikutnya menjadi kabur.

Informasi yang beredar menyebutkan Sutrimo kemudian ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di kediaman Febrie Adriansyah di Jakarta Selatan pada Minggu (26/7/2026) dini hari. Siapa yang pertama kali menemukan korban, bagaimana kondisi saat itu, hingga siapa yang mengambil keputusan membawa korban ke rumah sakit, masih belum mendapat penjelasan resmi.

Ambulans yang Datang Tanpa Diketahui Keluarga

Pertanyaan berikutnya muncul dari proses evakuasi.

Sutrimo dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans yang, menurut keluarga, tidak pernah mereka pesan. Hingga kini identitas pihak yang menghubungi ambulans maupun yang mengoordinasikan penjemputan korban belum diketahui keluarga.

Korban dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Kondisi ini membuat keluarga merasa kehilangan kesempatan mengetahui secara langsung apa yang sebenarnya terjadi pada menit-menit terakhir kehidupan Sutrimo.

Ajudan Mengurus Administrasi, Keluarga Datang Belakangan

Kejanggalan lain muncul ketika keluarga mengetahui bahwa proses administrasi di rumah sakit disebut ditangani oleh ajudan pribadi Febrie Adriansyah.

Sementara itu, keluarga mengaku baru memperoleh informasi ketika jenazah sudah berada di rumah sakit. Artinya, mereka tidak menyaksikan secara langsung proses evakuasi maupun penanganan awal korban.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai alur komunikasi serta siapa saja yang berada di lokasi sebelum keluarga diberi tahu.

Busa dari Mulut dan Hidung, Menunggu Penjelasan Medis

Dalam keterangan yang beredar, Sutrimo disebut sempat mengeluarkan busa dari mulut dan hidung ketika berada di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Fakta itu menjadi perhatian karena hingga kini belum ada penjelasan medis resmi mengenai penyebab kondisi tersebut. Tanpa hasil autopsi ataupun keterangan dokter yang berwenang, penyebab kematian masih menjadi teka-teki.

Barang Pribadi Belum Kembali

Di tengah proses penyelidikan, keluarga juga mempertanyakan keberadaan sejumlah barang pribadi milik almarhum.

Telepon genggam, dompet, serta kartu ATM disebut belum dikembalikan. Bagi keluarga, benda-benda tersebut bukan sekadar barang pribadi, melainkan dapat menjadi petunjuk penting untuk menelusuri aktivitas terakhir Sutrimo sebelum meninggal dunia.

Salah seorang kerabat mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir Sutrimo kerap menunjukkan kecemasan.

“Beliau selalu merasa cemas dan takut, namun tidak pernah berdamai dengan persoalan itu,” ujar kerabat tersebut, merujuk pada persoalan penugasan kerja yang disebut belum terselesaikan.

Pernyataan itu menjadi salah satu informasi yang kini ikut menjadi perhatian penyidik, meski belum dapat dikaitkan dengan penyebab kematian.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan, mulai dari keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan korban. Penyidik juga disebut mendalami rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, serta lokasi awal korban ditemukan.

Meski demikian, hingga kini belum ada hasil resmi autopsi maupun keterangan kepolisian mengenai penyebab pasti kematian Sutrimo.

Di tengah minimnya penjelasan resmi, satu per satu pertanyaan terus bermunculan: siapa yang pertama kali menemukan korban, siapa yang memesan ambulans, mengapa keluarga baru diberi tahu setelah korban berada di rumah sakit, serta di mana keberadaan barang-barang pribadi almarhum.

Seluruh pertanyaan itu masih menunggu jawaban dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Sampai ada hasil resmi dari aparat penegak hukum dan pemeriksaan medis, seluruh dugaan mengenai penyebab kematian tetap harus diperlakukan sebagai hal yang belum terkonfirmasi. (*)

Penulis: Amin Istighfarin