SIDOARJO, WartaTransparansi.com – Universitas Terbuka (UT) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Peningkatan Ekonomi Masyarakat Tahun 2026 menggelar pelatihan pengembangan produk menu kantin berbasis pangan lokal di Yayasan Pendidikan Islam Al Wahyu, Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, pada 17–18 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 40 peserta yang terdiri atas tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pengelola kantin, serta ustaz dan ustazah di lingkungan Yayasan Al Wahyu. Tim PkM melibatkan dosen Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka, dosen FEB fakultas ekonomi dan bisnis UT, dosen Pendidikan Bahasa, serta dosen Tata Boga Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Wahyu, H. Moch. Sholeh, M.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini mendukung upaya yayasan dalam menyediakan layanan kantin yang sehat dan bergizi bagi peserta didik.
Ketua Tim PkM, Ir. Dwi Iriyani, M.Pd., menjelaskan program tersebut dilatarbelakangi masih belum optimalnya pengelolaan kantin sekolah, baik dalam perencanaan menu, pemanfaatan pangan lokal, maupun penerapan higiene dan sanitasi pangan. Padahal, Yayasan Al Wahyu menerapkan sistem pembelajaran full day school sehingga kebutuhan makanan sehat bagi siswa menjadi sangat penting.
Pada hari pertama, peserta memperoleh penyuluhan tentang menu sarapan sehat yang disampaikan ahli gizi UNESA, Dr. Ir. Asrul Bahar, M.Pd. Materi yang diberikan mencakup pentingnya sarapan bagi anak usia sekolah, kebutuhan gizi, penyusunan menu seimbang, hingga peran sekolah dalam membangun kebiasaan konsumsi makanan sehat.
Usai penyuluhan, tim PkM menyerahkan bantuan peralatan kantin berupa kompor gas beserta regulator, blender, wajan, baskom, mangkuk, saute pan, dan food container guna mendukung operasional kantin sekolah.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi memasak yang dipandu dosen Tata Boga UNESA, Ita Fatkhur Romadhoni, M.Pd., dan Siti Yuliana, M.Pd. Menu yang diperagakan antara lain minuman sehat Pink Lava berbahan buah naga dan kelapa muda serta Chicken Papeda.
Pada hari kedua, peserta mempraktikkan langsung pembuatan berbagai menu sehat berbasis pangan lokal, seperti Nasi Hainan, gadon daging, sup tahu telur, aci ubi, Chicken Papeda, dan Pink Lava berdasarkan buku menu yang telah disusun tim PkM.
Melalui kegiatan ini, tim PkM menargetkan tersusunnya paket menu kantin berbasis pangan lokal, peningkatan kompetensi pengelola kantin, serta terbentuknya model kantin sekolah sehat yang berkelanjutan dan dapat diterapkan di sekolah lain. (*)







