banner 400x130
Kediri  

Pengajian Habib Ja’far di SYIAR 2026, Mbak Wali Bicara Tantangan Generasi Muda

Wali Kota Kediri berbicara dalam pengajian bersama Habib Ja’far di SYIAR 2026.
Wali Kota Kediri berbicara dalam pengajian bersama Habib Ja’far pada rangkaian SYIAR 2026 di Kota Kediri, Jumat (4/9/2026) malam. (Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak generasi muda lebih bijak menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital. Pesan itu disampaikan saat mengikuti pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar dalam rangkaian SYIAR 2026.

Vinanda menilai generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain memikirkan masa depan di tengah ketidakpastian, anak muda juga harus mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan religius dan produktivitas tanpa terjebak dalam berbagai pengaruh negatif di ruang digital.

Menurutnya, FOMO atau ketakutan tertinggal tren, perilaku konsumtif, pinjaman online (pinjol), hingga judi online (judol) menjadi sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan, tetapi penggunaannya tanpa kendali dapat membawa masyarakat pada berbagai persoalan.

“Senang sekali melihat kegiatan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Di sela aktivitas yang semakin padat, informasi yang tiap hari datang dari berbagai arah, terkadang kita butuh waktu untuk berhenti sejenak. Dan sekarang, saatnya kita berhenti sejenak untuk duduk bersama, ngobrol dan ngaji bareng, serta mengingat kembali nilai-nilai yang seharusnya jadi pegangan hidup kita,” ujarnya, Jumat 4 September 2026.

Vinanda mengatakan penggunaan gawai lebih dari tiga jam sehari kini menjadi hal yang umum. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin sulit terlepas dari dunia digital. Informasi yang terus mengalir dan tren yang berganti cepat juga dapat memengaruhi cara seseorang melihat kehidupan.

Setiap orang, lanjut dia, seolah berlomba menunjukkan pencapaian di ruang digital. Karena itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi, menentukan kebutuhan, serta tidak mudah terbawa arus.

“Karena itu, saya kira kajian seperti hari ini penting. Bukan karena kita sedang mencari siapa yang paling pintar soal agama. Tetapi karena kita semua, termasuk saya, adalah orang yang masih terus belajar. Untuk menjadi lebih baik, belajar membedakan mana yang memang kita butuhkan dan belajar supaya di tengah disruption ini kita tidak kehilangan arah,” ungkapnya.

Wali Kota Kediri itu juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Habib Husein Ja’far Al Hadar di Kota Kediri. Dia berharap pengajian tersebut memberikan manfaat sekaligus menjadi energi positif bagi masyarakat.

Vinanda menilai semangat kegiatan keagamaan di Kota Kediri bukan hal baru. Berbagai kegiatan keagamaan terus tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.

“Terima kasih juga kepada Bank Indonesia Kediri dan seluruh pihak terkait yang telah menyukseskan acara ini,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan