KEDIRI WartaTransparansi.com – Bakat akting tak cukup diasah di depan cermin. Kemampuan memerankan karakter membutuhkan pemahaman teknik, pendalaman naskah, hingga kesiapan menghadapi casting. Karena itu, PC Parfi Kediri bekerja sama dengan PD Parfi Jawa Timur menggelar Workshop Acting bertema “Bakat Akting Gak Hadir di Depan Cermin” pada November 2026.
Workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan Susilo Badar, aktor senior, produser, sekaligus pelatih akting. Pengalamannya lebih dari 20 tahun di dunia seni peran menjadi bekal bagi peserta untuk mempelajari berbagai teknik dasar hingga menghadapi proses casting.
Susilo Badar juga tercatat pernah meraih penghargaan Indonesian Movie Actors Awards sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik melalui perannya dalam film Jokowi yang ditayangkan pada 2013.
Materi yang diberikan dalam workshop meliputi dasar-dasar seni peran, bedah skenario, serta cara menaklukkan casting. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang belajar, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk masuk ke industri perfilman.
Ketua PC Parfi Kediri, Ellya Destiara Permata, mengatakan workshop tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan tidak terbatas untuk anggota Parfi.
“yang pertama kegiatan ini bukan hanya untuk anggota Parfi, kami membuka kesempatan untuk semua orang yang ingin belajar akting dari seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur. Menurut saya ini adalah kesempatan yang baik bagi kita semua yang ingin mengembangkan akting”, ujarnya, Kamis 3 September 2026.
Menurut Ellya, perkembangan produksi film lokal, khususnya di Jawa Timur, menjadi salah satu alasan Parfi Kediri menggelar kegiatan tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan industri perfilman daerah.
“saat ini sedang banyak diproduksi film-film lokal, khususnya di Jawa Timur dan melalui kegiatan ini Parfi ingin meningkatkan SDM orang-orang yang memiliki bakat dan minat untuk berakting sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas film-film lokal, dan tidak menutup kemungkinan jika ada film layar lebar yang shoting di daerah Jawa Timur, para peserta yang telah mengikuti workshop ini bisa ikut berperan dan jika memang perannya bagus pasti mereka akan dibawa ke film-film lainnya”, paparnya.
Pendaftaran workshop telah dibuka sejak awal September hingga awal November 2026. Peserta dikenai biaya Rp500 ribu per orang.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang disediakan panitia. Pembayaran biaya workshop dilakukan melalui rekening BRI 320701053709531 atas nama Ellya Destiara Permata.
Melalui workshop tersebut, Parfi Kediri berharap semakin banyak talenta baru yang memiliki kemampuan akting sekaligus memahami proses kerja di industri perfilman. Kesempatan itu juga diharapkan menjadi pintu bagi talenta daerah untuk terlibat dalam produksi film lokal maupun layar lebar yang mengambil lokasi di Jawa Timur.(*)







