banner 400x130

Di Banyuwangi : Guru dan Siswa TK Belajar Siaga Bencana

Foto : PMI Kabupaten Banyuwangi melalui program ASB (Ayo Siaga Bencana) for Kids mengajak guru dan siswa TK belajar kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan.

BANYUWANGI, WartaTransparansi.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan program ASB (Ayo Siaga Bencana) for Kids, sebuah kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan bagi anak usia dini. Program ini dirancang khusus untuk memperkenalkan budaya siaga bencana kepada anak-anak taman kanak-kanak melalui metode belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

Karena peserta didik TK belum memasuki jenjang Palang Merah Remaja (PMR) Mula, PMI menyesuaikan materi ASB agar lebih menitikberatkan pada pengenalan dasar kesiapsiagaan dan kemampuan menyelamatkan diri tanpa menimbulkan rasa takut maupun kepanikan.

Salah satu fasilitator ASB for Kids, Verry Yudianto, menjelaskan bahwa pembelajaran tidak dilakukan melalui metode ceramah, melainkan dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan.

Anak-anak diajak bernyanyi dan bermain musik menggunakan lagu-lagu ceria yang berisi pesan-pesan keselamatan, serta menonton film animasi bertema kebencanaan yang mudah dipahami dan diingat.

Setelah guru menerima materi pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi bersama siswa. Dalam praktik tersebut, peserta diajarkan cara berlindung di bawah meja yang kokoh saat terjadi gempa, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul secara tertib dan aman.

Melalui kegiatan ini, PMI berharap dapat membangun keberanian anak, melatih mereka agar tidak panik saat menghadapi keadaan darurat, serta mengenalkan cara mencari tempat yang aman dan menuju titik kumpul ketika terjadi bencana.

Program ASB for Kids menyasar anak-anak usia dini yang berada di bawah naungan IGTKI di tiga kecamatan, yakni Cluring, Kabat, dan Bangorejo. Kegiatan dilaksanakan secara bergantian dalam sesi indoor dan outdoor, dengan melibatkan 80 peserta yang terdiri atas satu guru dan satu siswa sebagai perwakilan dari masing-masing 40 taman kanak-kanak.

Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 17, 25, dan 31 Juli 2026, pukul 08.30–10.30 WIB.

Kegiatan dibuka oleh Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi, Drs. H. Yaseni Bachtiar, M.Pd., yang diawali dengan orientasi kepalangmerahan bagi para guru TK. Selanjutnya, fasilitator ASB for Kids PMI Kabupaten Banyuwangi menyampaikan materi kesiapsiagaan bencana yang dilanjutkan dengan praktik simulasi bersama peserta.

Kepala TK Dharma Wanita Karangploso, Cluring, Ibu Desi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, ASB for Kids memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi guru maupun siswa.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ASB for Kids ini. Guru dan siswa menjadi tahu apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana, khususnya gempa bumi. Fasilitator mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga anak-anak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Harapan kami, PMI dapat terus memberikan edukasi kepada anak usia dini agar saat terjadi bencana dapat meminimalkan risiko dan mengurangi korban jiwa, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak,” ujarnya.

(yin/min/