SURABAYA – PT Indo Rasa Utama dinilai berhasil menghadirkan praktik bisnis dan inovasi yang layak menjadi rujukan bagi para pemimpin birokrasi nasional. Atas kontribusi tersebut, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) memberikan apresiasi kepada perusahaan yang menjadi lokasi pembelajaran lapangan bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026.
Sekretaris Utama LAN RI, Dr. Andi Taufik, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran bagi para peserta PKN Tingkat I, yang merupakan jenjang pendidikan kepemimpinan tertinggi bagi aparatur sipil negara.
Melalui kunjungan lapangan, peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mempelajari secara langsung strategi pengelolaan usaha, inovasi, dan tata kelola perusahaan yang mampu bersaing hingga pasar internasional.
“Kami atas nama Lembaga Administrasi Negara menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya karena kami diterima di sini dengan sangat baik,” ujar Andi Taufik, Jumat (26/6/2026)
Ia menjelaskan, peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI berasal dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Indonesia. Hasil observasi lapangan nantinya akan diolah menjadi produk pembelajaran yang diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan kebijakan serta mendorong pembangunan daerah dan nasional.
Menurut Andi, kunjungan tersebut juga memperlihatkan optimisme terhadap kinerja ekonomi Jawa Timur. Ia menilai capaian pertumbuhan ekonomi provinsi sebesar 5,69 persen, yang berada di atas rata-rata nasional, menunjukkan kuatnya aktivitas ekonomi dan iklim usaha di daerah.
“Kami melihat langsung bagaimana perputaran ekonomi berjalan dengan baik. Ini menjadi gambaran bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar untuk terus tumbuh,” katanya.
Sementara itu, CEO PT Indo Rasa Utama, Hartono Sutanto, menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak yang selama ini mendampingi perkembangan perusahaan sejak berdiri pada 2019. Menurutnya, pendampingan tersebut membuka peluang perusahaan menembus pasar ekspor melalui pertemuan dengan berbagai buyer mancanegara.
Hartono juga mengapresiasi kemudahan layanan perizinan, khususnya penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), yang dinilai mampu diselesaikan dalam waktu 24 jam sehingga mendukung kelancaran proses ekspor dan meningkatkan kepercayaan mitra dagang internasional. (*)







