KEDIRI, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur meninjau proses produksi gula di PG Ngadirejo, Kabupaten Kediri, salah satu unit usaha strategis milik , pada pekan lalu.
Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah meninjau secara langsung proses pembongkaran tebu dari truk pengangkut, penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula. Aktivitas pabrik tampak sibuk dengan antrean truk tebu yang terus berdatangan sejak pagi untuk memasok kebutuhan giling.
Menurut Khofifah, tingginya aktivitas pengiriman tebu menunjukkan antusiasme petani sekaligus tingginya produktivitas musim panen tahun ini. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean segera terurai dan kualitas produksi tetap terjaga.
“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi bisa semakin baik,” ujar Khofifah.
PG Ngadirejo sendiri merupakan salah satu pabrik gula dengan kapasitas penggilingan terpasang mencapai 7.000 Ton Cane per Day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik ini berhasil menggiling sebanyak 10.676.262 kuintal tebu.
Khofifah menegaskan bahwa kapasitas giling yang besar harus diikuti dengan peningkatan kualitas produksi, khususnya melalui penguatan rendemen gula. Menurutnya, peningkatan rendemen sangat menentukan jumlah gula yang dapat dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.
“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” katanya.
Dengan optimalisasi kinerja pabrik gula, Khofifah optimistis target swasembada gula konsumsi nasional akan lebih cepat tercapai. Apalagi, Jawa Timur merupakan provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional.
Saat ini, kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional mencapai 51 persen. Pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat mencapai 1.343.995 ton, menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain seperti Lampung dengan produksi sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sekitar 344.243 ton.
Berdasarkan publikasi Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jawa Timur selama periode 2021–2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun dan menempatkan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.
“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi sinergi petani, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga stabilitas produksi gula nasional di tengah tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026,” ucapnya.
Di akhir peninjauan, Khofifah menuliskan pesan motivasi pada karung gula produksi PG Ngadirejo sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan industri pergulaan nasional.
“Semangat, sukses, berkah untuk SGN dan pergulaan nasional,” tulisnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, , optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir tahun 2026.
Menurutnya, optimisme tersebut didukung oleh peningkatan produktivitas tebu, kenaikan hasil produksi gula, serta inovasi yang terus dilakukan pabrik gula di berbagai daerah.
“Produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi pilar swasembada gula nasional,” tegasnya. (*)






