Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik laastarikala labbaik… Innalhamda wanikmata lakawalmulk Laastariikalak. Jalan memenuhi panggilan Allah SWT dan Rasulullah SAW serta undangan Nabiyullah Ibrahim Khalilullah AS, beragam.
Kisah Syaiful Anam (64), seorang loper koran yang InshaAllah ditakdirkan berangkat haji tahun 2026 menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Menurut Pria tinggal di kompleks Perumahan Bluru Permai Blok W-4, Sidoarjo, ini hatinya berdebar-debar kencang ketika menyaksikan tetangganya berangkat haji.
“Saya masih ingat tahun 2009, Tonggo omah (tetangga rumah) Wak Saudi alamatnya di jalan Yos Sudarso didatangi tamu dan saudaranya untuk menghormati proses selametan (walimatul muwadda’ah) mohon doa restu, pamitan mau berangkat haji,” kata cak Ipul, panggilan Syaiful Anam, Ahad (26/4/2026).
Lanjut cak Ipul, begitu sampai di rumah dirinya langsung ngomong ke istrinya Ulfah Gandawana (50) yang ditakdirkan wafat pada saat wabah Covid, 16 Juli 2021. Menceritakan hatinya nkrentek (ingin) berhaji. Dirinya sempat trenyuh, menangis.
“Ma, kok aku pingin haji. Tabungane onok Duwik piro (ada uang berapa)?. Dijawab, istri saya, “Yo kudu daftar dhisik nang bank, nggak isok langsung berangkat.” Sayang istri saya sudah ditakdirkan meninggal dulu, ” ulas cak Ipul sambil menerawang.
Waktu itu, usaha loper koran masih jaya, hampir tiap bulan bisa menyisihkan uang antara 6-7 juta rupiah. Sehingga tidak berselang lama cak Ipul dan istrinya bisa mendaftar haji.
Disinggung kesiapan bekal berangkat? Cak Ipul mengaku masih bersyukur bisa didampingi anak Lanang, Billy Algazian Romadhon Akbar (30), menggantinya ibunya yang wafat. Selain itu, bimbingan dari KBIHU Rohmatul Ummah an Nahdliyah (RUN) milik PCNU Sidoarjo setidaknya memberikan pemahaman dan ilmu tentang manasik haji. Sehingga dirinya setidaknya punya bekal dalam ibadah haji, mulai rukun, wajib dan sunnah-sunnahnya serta selama berada ibadah di Kota Madinah Al Munawwarah.
“Sebetulnya anak saya dua, yang pertama Nafelah Ayu Novitasari (33) sudah berkeluarga punya 1 anak. Jadi anak Lanang yang menggantikan ibunya berhaji. Yang penting terus berusaha dan memasrahkan diri pada Allah SWT,” ulas cak Ipul.
Yang jelas, dirinya bersyukur masih diberikan kesempatan untuk berhaji. Semoga tetap semangat, sehat wal afiat dan bisa bermanfaat bagi sesama. InshaAllah saya berangkat tanggal 5 Mei Kloter 53 Sub (Surabaya) ikut KBIHU Rohmatul Ummah.
“Alhamdulillah, selama ikut manasik Haji dan bimbingan dari KBIHU Rohmatul Ummah, sedikit banyak saya mengerti tentang pelaksanaan haji. Ya ada sedikit bekal,” paparnya.
Di akhir obralan, cak Ipul yakin masalah haji bukan didominasi oleh orang berduit saja. Tapi, siapapun yang hatinya terpanggil dan memang dimampukan oleh Allah untuk berhaji dan ada keinginan serius memohon kepada Allah pasti ada jalan.
“Jadi, siapa pun kalau memang terpanggil dan hatinya terketuk untuk ke Baitullah, pasti dimudahkan oleh Allah SWT. Khan banyak cerita, tukang tambal ban bisa berangkat haji, ada haji nunut. Penjual beteng berhaji. Monggo dulur Noto ati, niat, ikhtiar pasti berangkat, ” pungkasnya. (*)
