PMI Jawa Timur Berduka, Sekretaris Nurwiyatno Wafat 

Sekretaris PMI Jawa Timur periode 2025-2030 Drs. Nurwiyatno, M.Si Jumat pagi sekitar pukul 02.00 berpulang. Sehari Sebelumnya, almarhum masih ngantor di PMI Jalan Karangmenjangan No. 22 Surabaya dan baru pulang jam 14.00. Nurwiyatno (tengah)

Surabaya, Wartatransparansi.com – Kabar duka menyelimuti Palang Merah Indonesia Jawa Timur. Sekretaris PMI Jawa Timur, Nurwiyatno (68 tahun), meninggal dunia pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di rumah sakit, diduga karena serangan jantung.

Informasi duka ini pertama kali diterima Wartatransparansi dari Wakil Sekretaris/Kepala Markas PMI Jawa Timur, Dwi Suyanto, sebelum kemudian menyebar melalui grup WhatsApp internal PMI Jawa Timur. Kabar tersebut juga dibenarkan oleh pihak keluarga, salah satunya Ismail.

Saat ini, rumah duka berada di Jalan Royal Residence Blok B2 No. 40, Surabaya. Almarhum sebelumnya dilantik sebagai Sekretaris PMI Jawa Timur untuk periode 2025–2030 di Benteng Van Den Bosch, Ngawi, oleh Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla.

Kepergian almarhum terbilang mengejutkan. Pada Kamis (16/4/2026), ia masih beraktivitas seperti biasa di kantor PMI Jalan Karangmenjangan No. 22 Surabaya. Selama menjabat, Nurwiyatno dikenal sebagai sosok yang disiplin dan terbuka.

“Selama menjabat sekretaris, beliau rajin masuk kantor sebelum pukul 09.00 dan pulang sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak ada tanda-tanda sakit maupun keluhan,” ujar Budi Supriyanto, sahabat dekat sekaligus Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Jawa Timur.

Dalam kariernya sebagai aparatur sipil negara, almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Timur pada masa Gubernur Soekarwo, serta pernah menjadi Penjabat Wali Kota Surabaya pada tahun 2015. Sebelumnya, ia mengabdikan diri selama 24 tahun sebagai Inspektur Wilayah Provinsi Jawa Timur.

Kepergian Nurwiyatno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar PMI Jawa Timur dan rekan-rekan sejawat. Selamat jalan, sahabat. Semoga seluruh pengabdianmu menjadi amal ibadah dan meninggal dengan Husnul Khotimah (*)

Penulis: Amin Istighfarin