banner 400x130
Kediri  

Mbak Wali Ajak Warga Kediri Tak Menunggu Sakit untuk Periksa Kesehatan

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima penghargaan ATM Award 2026 dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dalam acara ADINKES di Bandung.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Award 2026 dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung. (Foto: istimewa).

KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak masyarakat membiasakan pemeriksaan kesehatan secara rutin tanpa harus menunggu munculnya gejala penyakit. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Ajakan itu disampaikan Vinanda setelah menerima Penghargaan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) Tahun 2026 di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Selasa (3/11/2026).

Perempuan yang akrab disapa Mbak Wali tersebut mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, mulai dari posyandu hingga puskesmas. Pemerintah Kota Kediri juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Ayo, kita sama-sama jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Lakukan pemeriksaan secara rutin, bisa melalui posyandu maupun puskesmas. Pemerintah juga senantiasa mengadakan cek kesehatan gratis. Jadi, jangan takut untuk memeriksakan diri karena ini penting agar kita mengetahui kondisi tubuh sejak dini,” pesannya.

Menurut Vinanda, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular, khususnya AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria.

Ia berharap penghargaan ATM Award 2026 tidak sekadar menjadi kebanggaan pemerintah daerah, tetapi juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan.

Penghargaan yang diselenggarakan Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) tersebut diberikan sebagai apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencegahan dan pengendalian ketiga penyakit.

Plt. Kepala Bappeda Kota Kediri Salim Darmawan menjelaskan, upaya pengendalian AIDS, TBC, dan malaria dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan tenaga kesehatan, masyarakat, serta lintas sektor.

Untuk penanggulangan HIV/AIDS, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan dan konseling melalui Mobile VCT (Voluntary Counselling and Testing). Pemeriksaan juga menyasar kelompok berisiko guna meningkatkan penemuan kasus sejak dini. Pasien yang terdiagnosis HIV mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan.

Sementara itu, penanganan TBC dilakukan melalui pelacakan kasus, pemeriksaan kontak erat, serta pembaruan data pasien dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Pemerintah juga mengoperasikan layanan Mobile X-ray secara keliling di tiga kecamatan untuk mendukung penemuan kasus.

Adapun pencegahan malaria diperkuat melalui edukasi masyarakat, pemeriksaan kelompok berisiko, penyediaan logistik kesehatan, serta koordinasi pemeriksaan laboratorium rujukan.

Selain layanan medis, Pemkot Kediri juga memperkuat kolaborasi dengan satuan pendidikan, pesantren, dan pihak swasta. Dukungan sosial dan pemenuhan gizi turut diberikan kepada pasien TBC dari keluarga miskin.

Dalam ajang ATM Award 2026 tersebut, BAZNAS Kota Kediri juga menerima penghargaan kategori BAZNAS PP (Pencegahan dan Pengendalian) ATM Award 2026.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan