banner 400x130
Kediri  

Pengurus FKUB Pesantren Resmi Dikukuhkan, Wawali Kediri Tekan Pentingnya Deteksi Dini Gesekan Sosial

Wakil Wali Kota Kediri Gus Qowim berjabat tangan memberikan selamat saat pengukuhan pengurus FKUB Kecamatan Pesantren Kediri.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin (Gus Qowim), memberikan ucapan selamat kepada pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Pesantren yang baru dikukuhkan di Gedung Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Senin (2/11/2026). (Foto: istimewa).

KEDIRI — Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri terus memperkuat sinergi kerukunan antarumat beragama guna mengantisipasi potensi gesekan sosial di masyarakat. Salah satu langkah konkrit ditunjukkan melalui pengukuhan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Pesantren yang dirangkaikan dengan pembacaan Deklarasi Kerukunan Umat Beragama di Gedung Kecamatan Pesantren, Senin (2/11/2026).

Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus FKUB Kota Kediri.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim menegaskan bahwa keberagaman yang selama ini terjaga di Kota Kediri harus terus dirawat secara proaktif. Ia menyoroti derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial yang rentan memicu kesalahpahaman kecil menjadi konflik yang lebih besar.

Oleh karena itu, Gus Qowim meminta pengurus FKUB yang baru dikukuhkan untuk tidak bersikap pasif. Komunikasi dan silaturahmi lintas elemen masyarakat dinilai harus terbangun secara konsisten tanpa menunggu timbulnya gejolak.

“Selamat kepada seluruh pengurus FKUB Kecamatan Pesantren yang hari ini dikukuhkan. Semoga amanah ini dijalankan dengan baik. Kerukunan yang sudah terjaga ini tetap perlu kita rawat bersama. Komunikasi dan silaturahmi perlu terus dibangun tanpa harus menunggu munculnya persoalan,” ujar Gus Qowim.

Ia menambahkan, pengurus FKUB harus menjalin kedekatan intensif dengan para pemuka agama, lurah, dan aparat kecamtan. Langkah ini penting agar setiap potensi perbedaan pandangan di tingkat tapak dapat segera diselesaikan melalui musyawarah sebelum membesar.

Lebih lanjut, Gus Qowim menggarisbawahi bahwa harmoni tidak cukup diwujudkan dalam seremoni formal. Nilai kerukunan harus menyentuh aktivitas harian masyarakat, seperti aksi kepedulian antar-tetangga, kerja bakti sosial, serta pelibatan aktif generasi muda agar terbiasa hidup dalam iklim toleransi.

Upaya perkuatan kerukunan ini sejatinya menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni). Menurutnya, kemajuan pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan rasa nyaman dan aman bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang keyakinan.

“Kerukunan bukan berarti seluruh masyarakat harus memiliki kesamaan, melainkan bagaimana setiap orang tetap saling menghormati dan bekerja sama di tengah perbedaan. Saya berharap semangat deklarasi ini terus diwujudkan mulai dari lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

Acara pengukuhan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Bakesbangpol Kota Kediri, Camat Pesantren, serta Ketua FKUB Kota Kediri, Prof. Fauzan Sholeh.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan