BANYUWANGI – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur, pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif bertajuk The Biggest Culture of Jatim digelar di Dusun Pancoran, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Pancoran Grup tersebut menjadi ruang promosi sekaligus kolaborasi bagi pelaku UMKM, organisasi masyarakat, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat. Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, Heru Satriyo.
Pameran yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan 60 stan, terdiri atas 20 stan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 40 stan UMKM. Menariknya, seluruh stan UMKM difasilitasi secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal agar memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan pasar.
Kehadiran puluhan stan tersebut diharapkan mampu menjadi sarana interaksi langsung antara pelaku usaha dengan masyarakat. Selain memamerkan berbagai produk unggulan, kegiatan ini juga membuka peluang terbentuknya jejaring bisnis dan kerja sama antarpelaku ekonomi kreatif.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru Satriyo, membuka secara resmi rangkaian kegiatan tersebut. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya agenda yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa misi pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan hubungan sosial.
Untuk menarik partisipasi masyarakat, penyelenggara turut menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung. Di antaranya fun run yang diikuti sekitar 1.000 peserta, lomba mewarnai dengan 250 peserta, serta fashion show yang melibatkan 50 peserta.
Selain itu, terdapat deklarasi antiperundungan atau anti-bullying yang melibatkan sekitar 500 peserta. Agenda tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap persoalan sosial, khususnya pentingnya membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Suasana pameran juga akan semakin semarak dengan kehadiran sejumlah pengisi acara. Artis nasional Guntur, Dini Kurnia, Wandra, dan Lala Widi dijadwalkan tampil menghibur pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Keterlibatan berbagai komunitas dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi daerah tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dan sektor swasta. Kolaborasi tersebut menjadi penting untuk menciptakan ruang promosi yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.
Owner Pancoran Grup, Istikomah, turut mengambil bagian dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan Pancoran Grup menjadi salah satu bentuk keterlibatan sektor usaha dalam menyediakan ruang pertemuan dan aktivitas produktif bagi masyarakat di wilayah Rogojampi.
Melalui kolaborasi dengan MAKI Jawa Timur, kegiatan The Biggest Culture of Jatim diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Tidak sekadar menjadi ajang pameran, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka akses promosi, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal.
Di sisi lain, kehadiran MAKI Jawa Timur turut memberikan dimensi sosial dalam kegiatan tersebut. Organisasi masyarakat sipil dinilai memiliki peran dalam mendorong kesadaran publik mengenai transparansi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi lintas komunitas. Melalui ruang pertemuan seperti pameran, masyarakat dapat saling mengenal, bertukar gagasan, serta membangun kemitraan yang berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan.
Peringatan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan pentingnya UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah. Kedua sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus mengangkat identitas dan keunggulan produk lokal.
Kabupaten Banyuwangi sendiri memiliki kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta potensi produk unggulan yang dapat terus dikembangkan. Karena itu, kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi salah satu langkah untuk memperluas peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.
Melalui penyelenggaraan The Biggest Culture of Jatim, MAKI Jawa Timur bersama Pancoran Grup berharap kolaborasi lintas elemen masyarakat dapat terus terbangun. Lebih dari sekadar memeriahkan HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan sekaligus wadah pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan kepedulian sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi.







