banner 400x130
Jember  

Hari Sumpah Pemuda 2026, Jember Dapat Rp. 500 Miliar dari Pemerintah Pusat untuk Kesehatan, Perikanan, dan Peternakan

Inten komunikasi demi pembagunan di Kabupaten Jember Gus Fawait (kiri) boyong Ro.500 milyar dari pemerintah pusat

Jember – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait untuk membawa kabar mengenai dukungan pemerintah pusat bagi daerahnya.

Setelah melakukan kunjungan ke sejumlah kementerian di Jakarta, Rabu (28/10/2026), Gus Fawait menyebut Jember memperoleh dukungan senilai sekitar Rp 500 miliar untuk sektor kesehatan, kelautan dan perikanan, serta peternakan.

Dukungan terbesar, menurut Fawait, ditujukan untuk revitalisasi fasilitas kesehatan dengan nilai sekitar Rp 400 miliar. Program tersebut direncanakan mulai berjalan pada 2027, mencakup puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Jember.

“Alhamdulillah, kami bisa memastikan bahwa tahun 2027 akan dimulai revitalisasi puskesmas dan juga revitalisasi rumah sakit yang ada di Kabupaten Jember,” kata Fawait.

Kabupaten Jember memiliki 50 puskesmas yang tersebar di 31 kecamatan. Sementara itu, terdapat tiga rumah sakit daerah yang dikelola pemerintah kabupaten, yakni RSD dr. Soebandi di Kecamatan Patrang, RSD Balung, dan RSD Kalisat.

Gus Fawait mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat fasilitas kesehatan di daerah. Ia menyebut kepastian mengenai program itu diperoleh setelah bertemu dengan dua wakil menteri kesehatan, yakni Benyamin Paulus Octavianus dan Dante Saksono Harbuwono.

Revitalisasi tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Jember. Berdasarkan data per 1 Oktober 2026, cakupan Universal Health Coverage (UHC) Jember mencapai 98,69 persen atau 2.613.815 jiwa dari total penduduk sebanyak 2.648.587 jiwa.

Selain UHC, pemerintah kabupaten menjalankan layanan home care dengan konsep dokter keluarga bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah. Program ini didukung 50 unit kendaraan, terdiri atas 10 mobil baru dan 40 kendaraan alih fungsi dari organisasi perangkat daerah dan kecamatan.

Sebanyak 1.200 tenaga kesehatan bertugas secara bergiliran untuk memberikan pelayanan selama 24 jam. Layanan gratis tersebut menyasar warga kurang mampu, lansia dengan penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, penyandang disabilitas, serta balita yang mengalami stunting.

Pemerintah Kabupaten Jember juga meluncurkan Mobil Cinta pada 8 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan dua tahun pelaksanaan UHC. Layanan transportasi gratis ini ditujukan bagi pasien kurang mampu atau peserta UHC kelas III yang telah dinyatakan sehat dan layak pulang oleh dokter.

Sebanyak 38 unit kendaraan disiapkan untuk program tersebut. Saat peluncuran, 31 unit telah tersedia, sedangkan tujuh unit lainnya direncanakan menyusul. Mobil Cinta berfungsi mengantarkan pasien dari rumah sakit ke rumah masing-masing, bukan untuk penanganan kegawatdaruratan medis seperti ambulans.

Selain kesehatan, Fawait menyampaikan hasil koordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah Kabupaten Jember disebut memperoleh kesempatan untuk mengakses bantuan bagi nelayan laut dan pelaku perikanan air tawar. Bantuan berupa peralatan untuk mengoptimalkan hasil perikanan itu diperkirakan bernilai sekitar Rp 100 miliar.

“Ini adalah kado di Hari Sumpah Pemuda untuk Kabupaten Jember. Perhatian Presiden Prabowo kepada daerah tidak perlu diragukan lagi,” ujar Fawait.

Gus Fawait juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian mengenai rencana bantuan bagi peternak unggas, domba, dan sapi pada 2026–2027. Menurut dia, penguatan sektor peternakan penting karena banyak pelaku usaha tersebut tinggal di wilayah perdesaan.

Ia berharap bantuan pemerintah pusat dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat pendapatan masyarakat desa. Dengan demikian, dukungan bagi sektor kesehatan dan usaha produktif diharapkan tidak hanya memperluas akses pelayanan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan di Jember. (*)

Penulis: Sugito