banner 400x130

Hari Sumpah Pemuda,  21 Penggerak dan Inovator Muda Terima Penghargaan Gubernur

Oplus_131072

PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan penghargaan kepada 21 penerima dari kalangan pemerintah daerah, inovator muda, inisiator lokal, dan mitra strategis dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di halaman Bakorwil Pamekasan, Rabu (28/10/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kepemudaan di Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak generasi muda menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kompetensi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ajakan itu disampaikan saat Khofifah memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Provinsi Jawa Timur. Mengusung tema nasional Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia, peringatan tahun ini menekankan pentingnya karakter kebangsaan, ketekunan, dan kepedulian sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 kepada seluruh pemuda Jawa Timur. Mari kita rawat cinta kepada Indonesia dengan menjaga persatuan, kita tunjukkan kegigihan melalui karya, dan kita hidupkan empati dengan peduli kepada sesama,” tegas Khofifah.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda 1928 harus terus diwujudkan melalui tindakan nyata. Para pemuda dari berbagai daerah, suku, agama, dan latar belakang kala itu mampu menyatukan tekad untuk menjunjung satu tanah air, satu bangsa, dan bahasa persatuan, yakni Indonesia.

Khofifah menilai nilai patriotisme dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, kejujuran, penghormatan terhadap keberagaman, serta kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Di tengah perkembangan teknologi, generasi muda juga diharapkan mampu menggunakan ruang digital secara bijak, memeriksa kebenaran informasi, dan menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab.

Selain memperkuat karakter, Khofifah mendorong pemuda terus meningkatkan keterampilan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengembangkan kreativitas di bidang pendidikan, kewirausahaan, seni budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Berdasarkan data Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024, Jawa Timur mencatat skor 62,91, sedikit di atas capaian nasional sebesar 62,88. Pada domain partisipasi dan kepemimpinan, Jawa Timur memperoleh nilai 52,04, melampaui angka nasional sebesar 48,24.

Capaian tersebut, menurut Khofifah, perlu diikuti dengan perluasan kesempatan bagi pemuda untuk belajar, berorganisasi, berwirausaha, dan terlibat dalam pengambilan keputusan. Dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta organisasi kepemudaan menjadi penting agar potensi generasi muda berkembang secara optimal.

Khofifah juga menyoroti makna historis Pamekasan sebagai lokasi peringatan, dengan mengenang kontribusi Mohammad Tabrani Soerjowitjitro dan R. Katja Sungkana dalam perjalanan sejarah pergerakan pemuda dan perjuangan persatuan nasional.

“Jadilah pemuda yang patriotik dalam menjaga persatuan, gigih dalam memperjuangkan cita-cita, dan berempati dalam setiap langkah pengabdian. Dari Jawa Timur, mari kita hadirkan karya terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.

Dalam rangkaian upacara, penghargaan diberikan kepada 21 penerima yang terbagi dalam empat kategori. Enam pemerintah daerah meraih penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur 2026, yakni Surabaya bidang lingkungan, Lumajang bidang ekonomi, Tulungagung bidang digital, Bojonegoro bidang kesehatan, Mojokerto bidang sosial dan inklusif, serta Ngawi bidang seni budaya.

Kategori Inovator Muda diberikan kepada tujuh penerima, yaitu Rifat Almajid Asnun dan Kania Indah Ramadhan dari Tuban; Fadhila Kresna Diarta dari Kota Madiun; Yaprilidio Susetio Wobowo dari Ponorogo; Zahira Arzatisya Maharani dan Muhammad Rizky Alfiansyah dari Kota Malang; serta Nasrullah Aziz dari Kabupaten Malang.

Sementara itu, tujuh penerima kategori Inisiator Lokal meliputi Ghifari Fajar Anugrah dari Surabaya; Dini Wahyu Mulyasari dan Khosidah Afkarina Rachman dari Banyuwangi; M. Khoirul Fatikin dan Rohmatul Maulidiya dari Gresik; serta M. Zulfan Ilhami dan Ence Adinda dari Kota Malang.

Adapun penghargaan Mitra Strategis Pemprov Jawa Timur diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda atas kontribusinya dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan kepemudaan.

Melalui penghargaan tersebut, Pemprov Jawa Timur berharap semakin banyak pemuda berani berinovasi, mengambil peran dalam pembangunan, dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. (*)

Penulis: Amin Istighfarin