banner 400x130

Parade Juang ‘Suroboyo Wani’ akan Digelar 1 November, Libatkan 2.150 Peserta

Parade melibatkan sekitar 2.150 peserta ini menghadirkan teatrikal perjuangan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Kolonel Sungkono dan Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani sebagai Ibu Pertiwi.

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya mengajak warga datang bersama keluarga menyaksikan Parade Surabaya Juang 2026 bertema “Suroboyo Wani” pada Minggu (1/11/2026), mulai pukul 14.30 WIB. Parade melibatkan sekitar 2.150 peserta ini menghadirkan teatrikal perjuangan dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebagai Kolonel Sungkono dan Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani sebagai Ibu Pertiwi.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, parade tersebut menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan arek-arek Suroboyo kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Rekonstruksi sejarah melalui teatrikal diharapkan membuat kisah perjuangan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Pada teatrikal pembukaan di kawasan Tugu Pahlawan, Wali Kota Eri Cahyadi akan memerankan Kolonel Sungkono, tokoh yang memimpin pertahanan Kota Surabaya. Sementara itu, Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani berperan sebagai Ibu Pertiwi yang menyampaikan doa dan amanat perjuangan kepada para pejuang sebelum menghadapi pertempuran,” kata Herry, Rabu (28/10/2026).

Selain menampilkan tokoh perjuangan, parade mengangkat kisah Soegiarto, pemain Persebaya era 1930-an yang meninggalkan lapangan sepak bola untuk ikut mempertahankan kemerdekaan. Cerita tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membela tanah air melibatkan berbagai kalangan dengan peran masing-masing.

“Perjuangan Soegiarto menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air bisa diwujudkan dengan berbagai cara. Setiap orang memiliki peran dalam perjuangan, sesuai dengan kemampuan dan keadaan pada masanya,” jelasnya.

Sejumlah adegan bersejarah juga ditampilkan di sepanjang rute parade. Di kawasan perempatan gedung eks-Siola, peserta akan menyuguhkan teatrikal perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP). Kisah pertempuran di kawasan Tunjungan turut diangkat, sedangkan di depan Hotel Majapahit digelar prosesi penghormatan kepada bendera Merah Putih.

Parade melibatkan sekitar 2.150 peserta dari berbagai unsur, antara lain Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), TNI, Polri, Paskibraka, komunitas pecinta sejarah, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat lainnya. Rangkaian kegiatan dimulai dari kawasan Tugu Pahlawan di Jalan Pahlawan, melewati sejumlah ruas jalan di pusat kota, hingga berakhir di kawasan Balai Pemuda atau Alun-Alun Surabaya, Jalan Gubernur Suryo.

Dengan jarak sekitar 2,5 kilometer, masyarakat dapat menyaksikan parade dan atraksi teatrikal di sejumlah titik sepanjang rute. Pemkot Surabaya mengajak warga memanfaatkan kegiatan ini untuk mengenalkan sejarah perjuangan kepada anak-anak sekaligus menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.

Herry mengatakan, semangat “Suroboyo Wani” tidak hanya mencerminkan keberanian pejuang di medan pertempuran, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui keberanian belajar, berkarya, meraih prestasi, menjaga persaudaraan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya berharap Parade Surabaya Juang 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ingatan kolektif tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Melalui pertunjukan sejarah tersebut, nilai keberanian, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus. (fri)

Editor: Wetly