SUASANA duka masih menyelimuti keluarga Imam Soeparno, salah satu warga Jawa Timur yang menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembu.
Di tengah suasana tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke rumah duka di Jalan Sememi Jaya Gang 4, Kelurahan Benowo, Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Kedatangannya bukan sekadar menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan keluarga yang ditinggalkan.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Kalaksa BPBD Jatim, Khofifah menyerahkan santunan sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga almarhum.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum Bapak Imam Soeparno, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo di wilayah Masalembu,” ujar Khofifah.
Ia mendoakan agar seluruh dosa dan kekhilafan almarhum mendapat ampunan, amal ibadahnya diterima Allah SWT, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Selain menyampaikan duka, Khofifah juga memastikan Pemprov Jatim terus melakukan pendataan dan pendampingan terhadap warga Jawa Timur yang menjadi korban musibah KM Virgo. Takziah juga akan dilakukan ke sejumlah keluarga korban yang telah teridentifikasi wafat.
Menurutnya, proses investigasi kecelakaan laut tersebut kini dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). .
Sementara proses pencarian dan evakuasi korban masih diharapkan berjalan lancar sehingga memberikan kepastian bagi keluarga penumpang.
Perhatian Khofifah kemudian tertuju pada keberlanjutan pendidikan keluarga almarhum. Dalam pertemuan itu, diketahui terdapat dua cucu Imam Soeparno, yakni Rafha Ivander Adinata, 17 tahun, dan Rakha Putra Novianto, 19 tahun, yang masih membutuhkan akses pendidikan.
Khofifah menawarkan kesempatan kepada keduanya untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Surabaya.
Ia meminta Dinas Sosial Jatim mendampingi kedua anak tersebut untuk melihat langsung lingkungan sekolah dan memahami proses akses pendidikan sebelum mengikuti pembelajaran.
“Karena tinggal di Surabaya, maka kita arahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi di Surabaya,” katanya.
Tak berhenti pada pendidikan, Pemprov Jatim juga membuka akses penguatan ekonomi keluarga melalui Baznas Jawa Timur.
Bantuan usaha seperti rombong dan program zakat diharapkan dapat membantu keluarga menambah sumber pendapatan.
Bagi keluarga, perhatian tersebut menjadi penguat di tengah kehilangan. Elvira, perwakilan keluarga, menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kepedulian Khofifah. (*)







