banner 400x130

HUT ke-81 PMI, Imam Utomo Minta Relawan Jatim Siaga Hadapi Bencana

SURABAYA, Wartatransparansi.com — Palang Merah Indonesia (PMI) terus memperkuat kesiapsiagaan relawan dan pengurus dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Jawa Timur. Kecepatan respons menjadi salah satu perhatian utama PMI, terutama dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Hal itu disampaikan Ketua PMI Provinsi Jawa Timur di acara HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis (17/9/2026) di Gresik.

Imam juga menegaskan pentingnya semangat “Peduli, Bergerak Bersama” dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Menurutnya, tema Hari Ulang Tahun ke-81 PMI Provinsi Jawa Timur tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PMI untuk meningkatkan kepedulian sekaligus bergerak cepat membantu masyarakat ketika bencana terjadi.

“Peduli maknanya adalah kita semua harus memperhatikan keadaan masyarakat apabila ada bencana,” ujar Imam Utomo, Kamis (17/9/2026).

Imam menjelaskan, PMI memiliki pedoman dalam memberikan respons terhadap kejadian bencana, salah satunya mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Kecepatan relawan dalam mendatangi lokasi bencana menjadi bagian penting dalam upaya memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Menurut Imam, PMI harus mampu bergerak cepat dalam memberikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat, dengan tetap berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, serta organisasi lainnya.

“Bergerak bersama yaitu sama-sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat yang lainnya. Dengan seluruh masyarakat kita bisa mencapai yang terbaik untuk membantu mereka yang tertimpa bencana,” katanya.

PMI Jatim Siapkan Relawan di Setiap Kabupaten dan Kota

Imam Utomo juga meminta jajaran PMI di Jawa Timur memperkuat kesiapan personel di masing-masing daerah. Setiap kabupaten dan kota diharapkan memiliki relawan yang siap dikerahkan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana maupun kondisi darurat.

“Di setiap kabupaten kota minimal ada 50 orang relawan yang siap kalau terjadi pengungsian,” tegasnya.

Dalam kondisi yang menyebabkan masyarakat harus mengungsi, Imam mengingatkan agar kebutuhan dasar menjadi prioritas. Salah satunya dengan segera menyiapkan dapur umum, kemudian dilanjutkan dengan bantuan evakuasi dan pelayanan kemanusiaan lainnya.

Ia juga meminta posko PMI tetap dalam kondisi siap dan koordinasi dengan BPBD serta instansi terkait terus dilakukan.

“Khusus untuk Provinsi Jawa Timur ini sudah kita lakukan beberapa waktu yang lalu, mulai dari posko harus tetap siap-siap, lalu koordinasi dengan BPBD setempat. Apabila kejadian, segera bergerak,” ujarnya.

Waspadai Potensi Bencana di Wilayah Selatan Jawa

Imam Utomo turut mengingatkan relawan PMI di Jawa Timur agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana, khususnya di wilayah selatan Jawa.

Ia meminta jajaran PMI mengikuti informasi dan perkembangan yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk terkait kondisi cuaca serta potensi gempa.

“Kita siap, khususnya bagi daerah-daerah wilayah selatan. Salah satu informasi yang paling baik, kita dengarkan setiap hari laporan BMKG, apakah cuaca dan sebagainya,” kata Imam.

Kesiapsiagaan tersebut dinilai penting mengingat Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana, mulai dari banjir, kekeringan, erupsi gunung api, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Imam juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak berbagai bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, relawan, karyawan PMI, mitra, pemerintah, serta masyarakat yang selama ini turut membantu dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Ia berharap semangat “Peduli, Bergerak Bersama” tidak sekadar menjadi tema, tetapi diwujudkan melalui kesiapan personel, koordinasi yang cepat, serta bantuan nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang membantu kegiatan Palang Merah kita sehingga dapat bergerak bersama-sama,” pungkas Imam Utomo. (*)