MOJOKERTO (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Dinas Pertanian bantuan alat pertanian dan peternakan komunal dengan nilai total sebesar Rp.3,2 miliar lebih. Bantuan tersebut untuk memperkuat fasilitas pertanian komunal di Kab. Mojokerto.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, menyampaian bantuan yang telah diterima oleh para anggota kelompok tani, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan bantuan dari Pemerintah Pusat (Non-APBD).
“Penyerahan bantuan yang bersumber dari APBD, (terdiri dari) 9 kelompok tani berupa pelatihan petani milenial senilai Rp.50.000.000, 9 kelompok tani berupa ternak ayam pakan dan kandang senilai Rp.950.000.000, dan satu kelompok tani berupa itik dan pakan senilai Rp.40.000.000,” jelas Ludfi Ariyono secara rinci.
Masih dalam sesi laporan Ludfi Ariyono, sedangkan untuk bantuan non-APBD dirupakan dengan dua mesin combine harvester (mesin bantu panen) dengan nilai total Rp.1.180.000.000, satu unit traktor roda empat senilai Rp.520.000.000, dan lima rehabilitasi jaringan irigasi tersier dengan nilai sebesar Rp.500.000.000. Bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), dan bantuan dari Pemerintah Pusat (Non-APBD).
Sedangkan penyerahan dan integrasi pemanfaatan bantuan tersebut lanjut Ludfi Ariyono dilaksanakan dalam acara Pertanian Komunal Bersama Milenial Dan Penyaluran Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, di Pujasera Desa Pugeran Kecamatan Gondang, yang dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa Selasa (1/9/2026)
Gus Barra panggilan akrab Bupati Mojokerto usai menyerahkan bantuan secara simbolis mengungkapkan harapannya agar bantuan-bantuan yang telah diserahkan kepada 18 kelompok tani bisa menjadi pijakan ekonomi bagi para keluarga masing-masing.
“Kita berharap bantuan yang diberikan pada kepada 18 kelompok tani, digunakan dengan baik, kemudian didampingi oleh penyuluh pertanian, itu akan meningkatkan atau memberikan tambahan nilai ekonomi buat keluarganya,” jelas Gus Barra..
Menurutnya, bantuan ini selain untuk meningkatkan efektifitas hasil tani dan peternakan, bantuan yang telah diserahkan itu juga ditujukan untuk menarik minat para pemuda pada bidang pertanian. Hal ini seperti yang diucapkan oleh Gus Bupati pada para awak media, yang menyoroti perkembangan serta regenerasi pertanian dan peternakan kedepannya.
“Anak-anak (pemuda) sekarang ini tampak engganlah untuk menjadi petani. Padahal petani itu keren. Kita ini enggak bisa makan kalau enggak ada petani, jadi dengan modernisasi alat-alat pertanian ini akan lebih kerenlah untuk menjadi petani dan dengan alat ini juga biaya produksinya minim, dan hasil produksinya lebih banyak,”ungkap Gus Barra.
Bupati menyampaiakan kali ini ia memberikan tanggapan tentang kesinambungan antara industri dan pertanian. Pada beberapa daerah, kedua hal ini sering menjadi kendala pembangunan. Namun Gus Bupati menganggapi bahwa kedua hal tersebut bisa berjalan bersama dengan tetap memperhatikan persturan perundang-undangan yang berlaku.
“Industri menciptakan lapangan pekerjaan yang luas, butuh pekerja yang banyak, jadi kita harus bisa memfasilitasi mereka juga, Untuk itu lahan pangan kita perlu kita jaga, lahan investasi juga kita fasilitasi,” pungkas Bupati Mojokerto. (*).







